OJK Surakarta mendukung perluasan akses keuangan di masyarakat
Sabtu, 18 Juni 2022 12:10 WIB
Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto saat memberikan arahan pada edukasi keuangan kepada pedagang pasar tradisional di Solo, Jumat (17/6/2022). ANTARA/HO-Humas OJK
Solo (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta mendukung perluasan akses keuangan di kalangan masyarakat, termasuk pedagang pasar tradisional melalui keberadaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di di Solo, Jumat mengatakan akses keuangan yang terbuka penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu sasaran edukasi terkait akses keuangan ini yakni pedagang pasar tradisional.
"Akses keuangan yang terbuka dan dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat menjadi elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap melalui keberadaan TPAKD mampu merespons kebutuhan pendanaan yang berkelanjutan sehingga dapat mendorong tumbuh kembang sektor ekonomi produktif di daerah.
Ia mengatakan sosialisasi oleh TPAKD bertujuan untuk mendorong ketersediaan akses keuangan formal bagi para pedagang pasar tradisional.
"Kegiatan ini merupakan pelaksanaan salah satu program TPAKD Kota Surakarta terkait dengan mendorong akses pembiayaan melalui kredit melawan rentenir atau Kredit Melati dari PUD Bank Solo," katanya.
Ia juga berharap pelaksanaan program kerja TPAKD tersebut dapat meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pedagang pasar dan mengurangi dampak rentenir yang banyak beredar di masyarakat, khususnya di wilayah pasar tradisional.
"Dalam hal ini, kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar dapat menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Sebelumnya, OJK mencatat berdasarkan hasil survei yang dilakukan OJK pada 2016-2019, tingkat literasi keuangan menunjukkan adanya peningkatan dari 29,66 persen menjadi 38,03 persen. Sedangkan untuk inklusi keuangan meningkat dari 67,82 persen menjadi 76,19 persen.
Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di di Solo, Jumat mengatakan akses keuangan yang terbuka penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu sasaran edukasi terkait akses keuangan ini yakni pedagang pasar tradisional.
"Akses keuangan yang terbuka dan dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat menjadi elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap melalui keberadaan TPAKD mampu merespons kebutuhan pendanaan yang berkelanjutan sehingga dapat mendorong tumbuh kembang sektor ekonomi produktif di daerah.
Ia mengatakan sosialisasi oleh TPAKD bertujuan untuk mendorong ketersediaan akses keuangan formal bagi para pedagang pasar tradisional.
"Kegiatan ini merupakan pelaksanaan salah satu program TPAKD Kota Surakarta terkait dengan mendorong akses pembiayaan melalui kredit melawan rentenir atau Kredit Melati dari PUD Bank Solo," katanya.
Ia juga berharap pelaksanaan program kerja TPAKD tersebut dapat meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pedagang pasar dan mengurangi dampak rentenir yang banyak beredar di masyarakat, khususnya di wilayah pasar tradisional.
"Dalam hal ini, kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar dapat menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Sebelumnya, OJK mencatat berdasarkan hasil survei yang dilakukan OJK pada 2016-2019, tingkat literasi keuangan menunjukkan adanya peningkatan dari 29,66 persen menjadi 38,03 persen. Sedangkan untuk inklusi keuangan meningkat dari 67,82 persen menjadi 76,19 persen.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mispersepsi AI, dosen UMS tekankan adaptasi teknologi dan literasi kritis
21 February 2026 16:42 WIB
OJK dan penyuluh agama tingkatkan literasi keuangan syariah di wilayah Jateng-DIY
18 February 2026 15:51 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS hadirkan Lapak Baca tumbuhkan semangat literasi generasi muda
11 February 2026 15:42 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS gelar sosialisasi literasi hoaks di Kelurahan Langkai Palangka Raya
07 February 2026 14:46 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
Teknik Elektro UMS komitmen perkuat literasi kampus sejak dini lewat kunjungan pelajar
04 February 2026 14:44 WIB
UMS kirim KKN Dik FKIP ke Sabah, perkuat literasi keuangan dan pemrograman di CLC
16 January 2026 18:07 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB