PLN Surakarta lakukan program konversi kompor gas ke induksi
Kamis, 28 April 2022 21:35 WIB
Manajer PLN UP3 Surakarta Joko Hadi Widayat (dua dari kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Kamis (27/4/2022). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Perseroan Terebatas (PT) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) segera melakukan program konversi kompor gas ke induksi dengan melibatkan 1.000 pelanggan di wilayah kerja tersebut.
Manajer PLN UP3 Surakarta Joko Hadi Widayat usai penandatanganan kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Kamis mengatakan ada sebanyak 1.000 warga tidak mampu dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan menjadi peserta pilot project konversi dari kompor gas ke kompor induksi.
"Kelompok masyarakat ini dengan daya 450 VA dan 900 VA. Dikemas dengan penambahan daya secara gratis ke 2.200 VA, untuk tarifnya tetap tarif subsidi," katanya.
Ia mengatakan rencananya program konversi akan efektif beroperasi mulai Juni tahun ini.
Menurut dia, penunjukan pelanggan PLN yang menjadi pilot project konversi gas ke induksi tersebut bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (Disperum KPP) Kota Surakarta. Selanjutnya, untuk validasi lokasi kelompok penerima manfaat sudah disahkan melalui surat keputusan (SK) dinas terkait.
"Kriteria pelanggan atau masyarakat yang ikut pilot project adalah yg memiliki daya masih kecil dan pelaku UMKM. Bagi yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan diganti yang lain," katanya.
Dengan dilakukannya program tersebut PLN berupaya lebih ekstra dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
Secara nasional, pemerintah memasang target sebanyak 8,25 juta penduduk Indonesia sudah terkonversi dari kompor gas ke kompor induksi pada 2025. Selain Solo, kawasan Bali Selatan juga ditunjuk sebagai kota pilot project program tersebut.
Sementara itu, terkait kerja sama dengan UNS, Ketua LPPM UNS Okid Parama Astirin mengatakan nantinya akan menurunkan enam tim untuk mengkaji pelaksanaan program tersebut.
"Nanti akan diturunkan enam tim, pakar etnografi, pakar IT, pakar elektrikal, pakar sosiologi, dan pakar komunikasi. Kami juga melibatkan 88 serveyor untuk mensurvei 1.000 KPM di Kota Solo yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Surakarta," katanya.
Baca juga: PLN sediakan SPKLU mobil listrik di area istirahat Batang
Baca juga: PLN siapkan 23 posko mudik Lebaran di Jateng-DIY
Manajer PLN UP3 Surakarta Joko Hadi Widayat usai penandatanganan kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Kamis mengatakan ada sebanyak 1.000 warga tidak mampu dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan menjadi peserta pilot project konversi dari kompor gas ke kompor induksi.
"Kelompok masyarakat ini dengan daya 450 VA dan 900 VA. Dikemas dengan penambahan daya secara gratis ke 2.200 VA, untuk tarifnya tetap tarif subsidi," katanya.
Ia mengatakan rencananya program konversi akan efektif beroperasi mulai Juni tahun ini.
Menurut dia, penunjukan pelanggan PLN yang menjadi pilot project konversi gas ke induksi tersebut bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (Disperum KPP) Kota Surakarta. Selanjutnya, untuk validasi lokasi kelompok penerima manfaat sudah disahkan melalui surat keputusan (SK) dinas terkait.
"Kriteria pelanggan atau masyarakat yang ikut pilot project adalah yg memiliki daya masih kecil dan pelaku UMKM. Bagi yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan diganti yang lain," katanya.
Dengan dilakukannya program tersebut PLN berupaya lebih ekstra dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
Secara nasional, pemerintah memasang target sebanyak 8,25 juta penduduk Indonesia sudah terkonversi dari kompor gas ke kompor induksi pada 2025. Selain Solo, kawasan Bali Selatan juga ditunjuk sebagai kota pilot project program tersebut.
Sementara itu, terkait kerja sama dengan UNS, Ketua LPPM UNS Okid Parama Astirin mengatakan nantinya akan menurunkan enam tim untuk mengkaji pelaksanaan program tersebut.
"Nanti akan diturunkan enam tim, pakar etnografi, pakar IT, pakar elektrikal, pakar sosiologi, dan pakar komunikasi. Kami juga melibatkan 88 serveyor untuk mensurvei 1.000 KPM di Kota Solo yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Surakarta," katanya.
Baca juga: PLN sediakan SPKLU mobil listrik di area istirahat Batang
Baca juga: PLN siapkan 23 posko mudik Lebaran di Jateng-DIY
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat : Wacana konversi air laut jadi tawar bisa dilakukan tapi mahal
01 November 2024 7:37 WIB, 2024
Kemenkumham Jateng sosialisasi Konversi Penilaian Kinerja Jabatan Fungsional
01 February 2024 14:58 WIB, 2024
PLN hadirkan bengkel motor konversi di Solo, percepat transisi energi
13 August 2023 16:11 WIB, 2023
Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian ESDM lakukan konversi ke BBG untuk nelayan Cilacap
22 November 2022 7:59 WIB, 2022
Kemandirian energi, Kementerian ESDM dorong program konversi BBM ke BBG
14 August 2022 13:34 WIB, 2022