Logo Header Antaranews Jateng

Indonesia desak penyelidikan penuh penyerangan tewaskan prajurit TNI di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 11:31 WIB
Image Print
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Xinhua/Ali Hashisho)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menewaskan seorang personel Kontingen Garuda di Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dan mendesak penyelidikan penuh atas insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan personel itu gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL asal Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3) waktu setempat.

"Indonesia mengecam keras insiden yang terjadi dan mendesak investigasi yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu RI dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Kemlu RI juga mengonfirmasi tiga personel lainnya mengalami cedera dalam peristiwa di tengah konflik militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan UNIFIL untuk memastikan jenazah personel yang gugur dapat segera dipulangkan ke tanah air, sementara korban luka mendapat perawatan medis terbaik.

“Kami menyampaikan penghormatan tertinggi kepada personel yang gugur atas dedikasi dan jasanya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Kemlu RI.

Indonesia kembali menegaskan kecamannya atas serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan serta menyerukan semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon dan mengakhiri serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026