Polsek di Boyolali didorong dirikan pos pantau di objek wisata
Selasa, 12 April 2022 17:21 WIB
Kepala Polres Boyolali AKBP Asep Mauludin memberikan keterangan soal Pospam dan Pos Pantau menyambut Lebaran di Boyolali, Selasa (12/4/2022). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Boyolali (ANTARA) - Polres Boyolali mendorong polsek jajarannya mendirikan pos pantau di daerah rawan kecelakaan di objek wisata wilayah hukum masing-masing guna menyambut arus mudik Lebaran 2022.
"Kami rencana selain mendirikan tujuh titik pos pengamanan (pospam) juga mendorong polsek jajaran untuk membentuk pos pantau di lokasi objek wisata rawan kecelakaan," kata Kepala Polres Boyolali AKBP Asep Mauludin di Boyolali, Selasa.
Pos didirikan, antara lain di lokasi wisata untuk diantisipasi kecelakaan, baik lalu lintas darat maupun air.
Hal tersebut, katanya, seperti pengalaman tahun lalu, di tempat wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali terjadi kecelakaan air di mana perahu tenggelam menelan sembilan korban jiwa.
Ia mengharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Jadi para kapolsek untuk berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata agar benar-benar menyiapkan rencana pengamanan di tempat wisata wilayah masing-masing. Tidak hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi juga antisipasi keselamatan orang," kata dia.
Jumlah pengunjung tempat wisata pada Lebaran tahun ini diprediksi meningkat dengan adanya pelonggaran aktivitas warga di tengah pandemi COVID-19 yang melandai.
Polres Boyolali juga menyiapkan pengaturan lalu lintas, antara lain terkait dengan pasar tumpah dan jalur padat lalu lintas.
Sebanyak tujuh pospam di Boyolali, antara lain di Simpang Empat Sunggingan, Simpang Tiga Bangak Banyudono, Pasar Ampel, pintu Tol Bandara Adi Soemarmo, pintu tol Boyolali, rest area tol KM 487 A dan KM 487 B.
"Dalam pengamanan arus mudik Lebaran bakal mempersiapkan 400 personel. Kami akan berkoordinasi dengan TNI, instansi lainnya, seperti Dinas Perhubungan, BPBD, pengelola tol, Dinkes, dan ormas lainnya," katanya.
"Kami rencana selain mendirikan tujuh titik pos pengamanan (pospam) juga mendorong polsek jajaran untuk membentuk pos pantau di lokasi objek wisata rawan kecelakaan," kata Kepala Polres Boyolali AKBP Asep Mauludin di Boyolali, Selasa.
Pos didirikan, antara lain di lokasi wisata untuk diantisipasi kecelakaan, baik lalu lintas darat maupun air.
Hal tersebut, katanya, seperti pengalaman tahun lalu, di tempat wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali terjadi kecelakaan air di mana perahu tenggelam menelan sembilan korban jiwa.
Ia mengharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Jadi para kapolsek untuk berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata agar benar-benar menyiapkan rencana pengamanan di tempat wisata wilayah masing-masing. Tidak hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi juga antisipasi keselamatan orang," kata dia.
Jumlah pengunjung tempat wisata pada Lebaran tahun ini diprediksi meningkat dengan adanya pelonggaran aktivitas warga di tengah pandemi COVID-19 yang melandai.
Polres Boyolali juga menyiapkan pengaturan lalu lintas, antara lain terkait dengan pasar tumpah dan jalur padat lalu lintas.
Sebanyak tujuh pospam di Boyolali, antara lain di Simpang Empat Sunggingan, Simpang Tiga Bangak Banyudono, Pasar Ampel, pintu Tol Bandara Adi Soemarmo, pintu tol Boyolali, rest area tol KM 487 A dan KM 487 B.
"Dalam pengamanan arus mudik Lebaran bakal mempersiapkan 400 personel. Kami akan berkoordinasi dengan TNI, instansi lainnya, seperti Dinas Perhubungan, BPBD, pengelola tol, Dinkes, dan ormas lainnya," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Komjak pastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 selama hukum terus ditaati
14 February 2026 15:09 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB