Erick perkirakan RI jadi negara ekonomi terkuat ke-4 di dunia
Selasa, 1 Februari 2022 11:11 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Wihara Dharma Bhakti, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (1/2/2022). ANTARA/Walda
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terkuat ke empat di dunia pada 2045 karena laju pertumbuhannya membaik dari tahun ke tahun.
"2045 merupakan titik maksimal kita. Terus tumbuh, kita akan jadi negara nomor empat terbesar di dunia," kata Erick Thohir saat mengunjungi Wihara Dharma Bhakti, Taman Sari, Jakarta dalam rangka perayaan Imlek, Selasa.
Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Indonesia mau sejajar negara-negara ekonomi kuat lainnya.
Erick menekankan perlunya ada kerukunan dan kesatuan antara umat serta ras antar masyarakat sehingga pondasi negara untuk maju semakin kuat.
Erick pun menyoroti perjuangan para pendahulu bangsa yang membawa Indonesia ke panggung kemerdekaan hanya dengan bermodalkan persatuan dan kesatuan.
"Sesuai 'founding father' kita, Soekarno-Hatta yang membuktikan bahwa inilah Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI menjadi sebuah kekuatan," kata Erick.
Erick berharap di momen Hari Raya Imlek ini, keharmonisan antar suku dan agama semakin kuat sehingga potensi perpecahan yang berdampak kepada terpuruknya ekonomi bisa dihindari.
Erick Thohir mendatangi Wihara Dharma Bhakti yang berlokasi di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat sambil menyapa warga.
Erick memakai baju batik berwarna merah datang sekitar pukul 08.00 WIB bersama dengan iring-iringan pengawal pihak kepolisian.
Kedatangan Erick langsung disambut oleh Ketua Pengurus Wihara Dharma Bhakti Shirley Wijaya dan Jusuf Hamka yang sudah berada di Wihara.
Tidak hanya disambut oleh kedua orang itu, Erick juga disambut boleh warga yang tengah menjalankan ibadah Imlek di dalam wihara.
"2045 merupakan titik maksimal kita. Terus tumbuh, kita akan jadi negara nomor empat terbesar di dunia," kata Erick Thohir saat mengunjungi Wihara Dharma Bhakti, Taman Sari, Jakarta dalam rangka perayaan Imlek, Selasa.
Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Indonesia mau sejajar negara-negara ekonomi kuat lainnya.
Erick menekankan perlunya ada kerukunan dan kesatuan antara umat serta ras antar masyarakat sehingga pondasi negara untuk maju semakin kuat.
Erick pun menyoroti perjuangan para pendahulu bangsa yang membawa Indonesia ke panggung kemerdekaan hanya dengan bermodalkan persatuan dan kesatuan.
"Sesuai 'founding father' kita, Soekarno-Hatta yang membuktikan bahwa inilah Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI menjadi sebuah kekuatan," kata Erick.
Erick berharap di momen Hari Raya Imlek ini, keharmonisan antar suku dan agama semakin kuat sehingga potensi perpecahan yang berdampak kepada terpuruknya ekonomi bisa dihindari.
Erick Thohir mendatangi Wihara Dharma Bhakti yang berlokasi di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat sambil menyapa warga.
Erick memakai baju batik berwarna merah datang sekitar pukul 08.00 WIB bersama dengan iring-iringan pengawal pihak kepolisian.
Kedatangan Erick langsung disambut oleh Ketua Pengurus Wihara Dharma Bhakti Shirley Wijaya dan Jusuf Hamka yang sudah berada di Wihara.
Tidak hanya disambut oleh kedua orang itu, Erick juga disambut boleh warga yang tengah menjalankan ibadah Imlek di dalam wihara.
Pewarta : Walda Marison
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Karanganyar berangkatkan ratusan orang pada program milir gratis tujuan Jakarta
26 March 2026 16:44 WIB
BeeFam's kembangkan usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI
24 March 2026 19:21 WIB
KAI Daop IV Semarang: Puluhan ribu tiket arus balik tujuan Jakarta masih tersedia
23 March 2026 17:17 WIB
Polresta Banyumas kembangkan kasus penangkapan kurir Sabu-sabu jaringan Jakarta
18 March 2026 0:58 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
BRI sediakan Rp25 T penuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 2026
13 March 2026 13:26 WIB
Hery Gunardi beberkan strategi perbankan hadapi ketidakpastian ekonomi global
07 March 2026 19:31 WIB