Penggunaan sandal khusus Candi Borobudur diujicobakan
Rabu, 26 Januari 2022 21:48 WIB
Sejumlah pengunjung Candi Borobudur memamerkan sandal (upanat) khusus Borobudur. Antara/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - Penggunaan sandal (upanat) khusus naik ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diujicobakan kepada sejumlah tamu yang dipimpin oleh Sekretaris Diputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinasi Kemaritiman dan Investari Rustam Efendi.
Rustam Efendi di Magelang, Rabu, mengatakan pemakaian sandal khusus untuk naik ke Candi Borobudur ini bagian dari menjaga kelestarian candi, karena kalau tidak ada cara pencegahan dikhawatirkan akan merusak batu candi.
"Kalau tidak ada cara-cara pencegahan, warisan dunia yang kita banggakan ini dikhawatirkan akan semakin rusak," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut usai melakukan uji coba sandal khusus Borobudur sekaligus uji coba kegiatan wisata tematis "Borobudur Travel Pattern" yang digagas oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), Balai Konservasi Borobudur (BKB), dan Pemerintah Kabupaten Magelang.
Dalam kunjungan tersebut, Rustam Efendi didampingi Marketing & Sales Vice President PT TWC Pujo Suwarno dan Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati.
Menurut dia, sandal khusus Borobudur tersebut nyaman, ringan, dan enak dipakai, meskipun ada anyaman pandannya, tetapi tetap lembut.
Baca juga: Sandal khusus turis ke Candi Borobudur segera diproduksi
Ia menuturkan sandal khusus Borobudur ini diproduksi masyarakat lokal dan hal ini merupakan bagian dari dampak ekonomi atau dampak berganda untuk kesejahteraan masyarakat, karena bukan barang impor.
"Sandal ini tidak didatangkan dari daerah-daerah lain, tetapi memberdayakan masyarakat setempat dengan bahan baku setempat untuk berkarya sehingga bisa dijual bisa memberikan penghasilan bagi masyarakat. Semakin banyak pengunjung kebutuhannya juga semakin banyak," katanya.
Ia menyampaikan dampak bergandanya ini akan semakin besar dan hal itu yang diharapkan masyarakat sekitar Borobudur agar dapat menikmati Borobudur dengan segala fasilitasnya yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Dengan demikian rasa memiliki Candi Borobudur akan semakin besar ketika dampak yang dirasakan masyarakat juga semakin besar. Ternyata Borobudur bukan candi yang mati, tetapi bisa mendatangkan wisatawan dan menghidupkan perekonomian masyarakat lokal," katanya.
Pujo Suwarno menyampaikan PT TWC bersama-sama dengan BKB dan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang mempersiapkan kegiatan wisata tematis bagi wisatawan ke Borobudur.
"Selain tema-tema yang sudah disiapkan oleh Kemenparekraf beberapa waktu lalu, kami mencoba untuk bagaimana potensi yang ada di zona 1, zona 2, zona 3, zona 4 dan di luar zona yang ada ini bisa ada kegiatan yang tematis untuk memberikan pengalaman kepada wisatawan Borobudur ke depannya," kata Pujo Suwarno.
Ia menuturkan hari ini mencoba salah satu tema tentang kemaritiman. Tema kemaritiman ini tidak lepas dari sejarah perjalanan nenek moyang bangsa Indonesia.
"Cerita-cerita yang ada di relief Candi Borobudur ini juga menggambarkan bagaimana luar biasanya nenek moyang kita pada waktu itu di bidang kemaritiman," kata Pujo.
Baca juga: Pengelola Borobudur masih fokus kunjungan wisatawan nusantara
Baca juga: Borobudur Edupark dibuka untuk wisatawan
Rustam Efendi di Magelang, Rabu, mengatakan pemakaian sandal khusus untuk naik ke Candi Borobudur ini bagian dari menjaga kelestarian candi, karena kalau tidak ada cara pencegahan dikhawatirkan akan merusak batu candi.
"Kalau tidak ada cara-cara pencegahan, warisan dunia yang kita banggakan ini dikhawatirkan akan semakin rusak," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut usai melakukan uji coba sandal khusus Borobudur sekaligus uji coba kegiatan wisata tematis "Borobudur Travel Pattern" yang digagas oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), Balai Konservasi Borobudur (BKB), dan Pemerintah Kabupaten Magelang.
Dalam kunjungan tersebut, Rustam Efendi didampingi Marketing & Sales Vice President PT TWC Pujo Suwarno dan Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati.
Menurut dia, sandal khusus Borobudur tersebut nyaman, ringan, dan enak dipakai, meskipun ada anyaman pandannya, tetapi tetap lembut.
Baca juga: Sandal khusus turis ke Candi Borobudur segera diproduksi
Ia menuturkan sandal khusus Borobudur ini diproduksi masyarakat lokal dan hal ini merupakan bagian dari dampak ekonomi atau dampak berganda untuk kesejahteraan masyarakat, karena bukan barang impor.
"Sandal ini tidak didatangkan dari daerah-daerah lain, tetapi memberdayakan masyarakat setempat dengan bahan baku setempat untuk berkarya sehingga bisa dijual bisa memberikan penghasilan bagi masyarakat. Semakin banyak pengunjung kebutuhannya juga semakin banyak," katanya.
Ia menyampaikan dampak bergandanya ini akan semakin besar dan hal itu yang diharapkan masyarakat sekitar Borobudur agar dapat menikmati Borobudur dengan segala fasilitasnya yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Dengan demikian rasa memiliki Candi Borobudur akan semakin besar ketika dampak yang dirasakan masyarakat juga semakin besar. Ternyata Borobudur bukan candi yang mati, tetapi bisa mendatangkan wisatawan dan menghidupkan perekonomian masyarakat lokal," katanya.
Pujo Suwarno menyampaikan PT TWC bersama-sama dengan BKB dan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang mempersiapkan kegiatan wisata tematis bagi wisatawan ke Borobudur.
"Selain tema-tema yang sudah disiapkan oleh Kemenparekraf beberapa waktu lalu, kami mencoba untuk bagaimana potensi yang ada di zona 1, zona 2, zona 3, zona 4 dan di luar zona yang ada ini bisa ada kegiatan yang tematis untuk memberikan pengalaman kepada wisatawan Borobudur ke depannya," kata Pujo Suwarno.
Ia menuturkan hari ini mencoba salah satu tema tentang kemaritiman. Tema kemaritiman ini tidak lepas dari sejarah perjalanan nenek moyang bangsa Indonesia.
"Cerita-cerita yang ada di relief Candi Borobudur ini juga menggambarkan bagaimana luar biasanya nenek moyang kita pada waktu itu di bidang kemaritiman," kata Pujo.
Baca juga: Pengelola Borobudur masih fokus kunjungan wisatawan nusantara
Baca juga: Borobudur Edupark dibuka untuk wisatawan
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UIN Walisongo lepas peserta KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) 2026 di Wonosobo
15 January 2026 18:27 WIB
Taman Wisata Borobudur gelar penyambutan khusus wisatawan pertama tahun 2026
01 January 2026 16:25 WIB
SPPG Polres Kudus terapkan sterilisasi khusus untuk jaga kebersihan food tray
03 November 2025 16:32 WIB
178 siswa YPAC Semarang terima bantuan kursi khusus dan perlengkapan sekolah
29 October 2025 16:12 WIB
Gubernur Jateng: KEK Kendal percontohan pertumbuhan ekonomi dan turunkan kemiskinan
16 October 2025 16:59 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB