Bank Jateng Syariah Sukoharjo tempati gedung baru
Rabu, 29 Desember 2021 16:22 WIB
Pemotongan pita oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani pada acara Peresmian dan Tasyakuran Gedung baru Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Sukoharjo, Jumat (24/12). ANTARA/HO-Bank Jateng
Semarang (ANTARA) - Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Sukoharjo menempati gedung baru di Kompleks Plasa Sukoharjo.
Peresmian dan Tasyakuran Gedung baru ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Jumat (24/12).
Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Irianto Harko Saputro menjelaskan di Jateng dan Yogyakarta Bank Jateng Syariah telah memiliki 193 jaringan kantor.
Jaringan kantor tersebut terdiri dari lima kantor cabang, 12 Cabang Pembantu syariah, 9 Kantor Kas, 8 Payment Point Syariah, dan 156 layanan serta 5 mobil kas keliling.
"Perlu kami sampaikan hingga akhir November 2021 total aset mencapai Rp79,36 triliun, DPK sebesar Rp64,86 triliun, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp52,8 triliun. Sedang laba usaha mencapai Rp1,72 triliun," jelasnya.
Baca juga: Bank Jateng dukung Kampung Kanceng
Baca juga: Bank Jateng Sukoharjo percepat penyaluran kredit UMKM
Menurutnya pencapaian tersebut tidak lepas dari kontribusi besar dari seluruh masyarakat, khususnya nasabah Bank Jateng KCPS Sukoharjo.
Terkait dengan pencairan KUR Syariah sampai dengan November 2021 mencapai Rp357,32 miliar atau tumbuh 221 persen dari posisi akhir Desember 2020 yakni Rp111,53 miliar.
"Ekspansi KUR syariah ini dilakukan oleh Tim di KCPS dengan dibantu 59 tenaga pemasar. Di masa pandemi COVID-19, Bank Jateng Syariah senantiasa memberikan dorongan kepada pelaku UMKM agar tetap bangkit melalui pembiayaan syariah," katanya.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menambahkan pihaknya berharap pelayanan Bank Jateng terus ditingkatkan di tengah persaingan perbankan yang ketat.
"Nasabah adalah raja. Karena itu tingkatkan pelayanan untuk terus bisa meraih simpati dari masyarakat," kata Etik.
Baca juga: Plh Bupati Banjarnegara apresiasi kontribusi Bank Jateng
Peresmian dan Tasyakuran Gedung baru ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Jumat (24/12).
Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Irianto Harko Saputro menjelaskan di Jateng dan Yogyakarta Bank Jateng Syariah telah memiliki 193 jaringan kantor.
Jaringan kantor tersebut terdiri dari lima kantor cabang, 12 Cabang Pembantu syariah, 9 Kantor Kas, 8 Payment Point Syariah, dan 156 layanan serta 5 mobil kas keliling.
"Perlu kami sampaikan hingga akhir November 2021 total aset mencapai Rp79,36 triliun, DPK sebesar Rp64,86 triliun, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp52,8 triliun. Sedang laba usaha mencapai Rp1,72 triliun," jelasnya.
Baca juga: Bank Jateng dukung Kampung Kanceng
Baca juga: Bank Jateng Sukoharjo percepat penyaluran kredit UMKM
Menurutnya pencapaian tersebut tidak lepas dari kontribusi besar dari seluruh masyarakat, khususnya nasabah Bank Jateng KCPS Sukoharjo.
Terkait dengan pencairan KUR Syariah sampai dengan November 2021 mencapai Rp357,32 miliar atau tumbuh 221 persen dari posisi akhir Desember 2020 yakni Rp111,53 miliar.
"Ekspansi KUR syariah ini dilakukan oleh Tim di KCPS dengan dibantu 59 tenaga pemasar. Di masa pandemi COVID-19, Bank Jateng Syariah senantiasa memberikan dorongan kepada pelaku UMKM agar tetap bangkit melalui pembiayaan syariah," katanya.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menambahkan pihaknya berharap pelayanan Bank Jateng terus ditingkatkan di tengah persaingan perbankan yang ketat.
"Nasabah adalah raja. Karena itu tingkatkan pelayanan untuk terus bisa meraih simpati dari masyarakat," kata Etik.
Baca juga: Plh Bupati Banjarnegara apresiasi kontribusi Bank Jateng
Pewarta : KSM
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Jateng: Pondok pesantren berperan strategis gerakkan kemandirian ekonomi
25 January 2026 20:21 WIB
TP Posyandu Jateng gandeng Psikologi Undip perkuat layanan kesehatan mental
23 January 2026 20:08 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB