Kudus siapkan pasar online untuk UMKM
Kamis, 23 Desember 2021 9:45 WIB
Alamat website https://marketplace.umkmkudus.id/. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera menyediakan media promosi untuk produk yang dihasilkan para pelaku UMKM di daerah ini melalui pasar daring atau online.
"Website pasar online sudah kami siapkan, namun belum bisa kami operasionalkan karena masih ada tahapan yang harus dilalui sebelum kami perkenalkan kepada masyarakat luas," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati di Kudus, Kamis.
Untuk sementara, jumlah produk UMKM yang kami input belum banyak karena masih perlu melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM.
Karena pasar daring yang disediakan bisa menampung semua produk dengan masing-masing kategori, maka sosialisasinya juga akan dilakukan secara bertahap. Sasaran awal dimungkinkan untuk produk kuliner, seperti makanan dan minuman, kemudian baru menyasar produk UMKM lainnya.
Pasar daring yang disediakan bisa dilihat melalui website https://marketplace.umkmkudus.id/, masyarakat bisa melihat banyak kategori usaha sehingga bisa mencari produk yang diinginkan.
"Nantinya juga akan disediakan aplikasi yang bisa diunduh melalui Playstore sehingga masyarakat luas mudah mengaksesnya. Dengan harapan produk UMKM asal Kudus juga semakin dikenal luas karena tersedia wadah pemasaran tersendiri," ujarnya.
Agar lebih dikenal masyarakat luas, pasar daring tersebut juga akan dikerjasamakan dengan marketplace atau toko daring yang sudah terkenal dengan harapan pemasaran produk UMKM juga lebih mudah.
Apalagi, kata dia, jumlah UMKM di Kabupaten Kudus cukup banyak karena data terbaru mencapai 15.984 pelaku UMKM yang tersebar di sembilan kecamatan, sehingga mereka perlu difasilitasi agar semakin berkembang dan bisa pulih setelah sempat terdampak pandemi COVID-19.
"Website pasar online sudah kami siapkan, namun belum bisa kami operasionalkan karena masih ada tahapan yang harus dilalui sebelum kami perkenalkan kepada masyarakat luas," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati di Kudus, Kamis.
Untuk sementara, jumlah produk UMKM yang kami input belum banyak karena masih perlu melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM.
Karena pasar daring yang disediakan bisa menampung semua produk dengan masing-masing kategori, maka sosialisasinya juga akan dilakukan secara bertahap. Sasaran awal dimungkinkan untuk produk kuliner, seperti makanan dan minuman, kemudian baru menyasar produk UMKM lainnya.
Pasar daring yang disediakan bisa dilihat melalui website https://marketplace.umkmkudus.id/, masyarakat bisa melihat banyak kategori usaha sehingga bisa mencari produk yang diinginkan.
"Nantinya juga akan disediakan aplikasi yang bisa diunduh melalui Playstore sehingga masyarakat luas mudah mengaksesnya. Dengan harapan produk UMKM asal Kudus juga semakin dikenal luas karena tersedia wadah pemasaran tersendiri," ujarnya.
Agar lebih dikenal masyarakat luas, pasar daring tersebut juga akan dikerjasamakan dengan marketplace atau toko daring yang sudah terkenal dengan harapan pemasaran produk UMKM juga lebih mudah.
Apalagi, kata dia, jumlah UMKM di Kabupaten Kudus cukup banyak karena data terbaru mencapai 15.984 pelaku UMKM yang tersebar di sembilan kecamatan, sehingga mereka perlu difasilitasi agar semakin berkembang dan bisa pulih setelah sempat terdampak pandemi COVID-19.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi terjunkan puluhan personel amankan aksi unjuk rasa pedagang Pasar Bitingan
07 January 2026 14:05 WIB
Menko Bidang Pangan pastikan pemerintah intervensi untuk kestabilan harga bahan pokok
02 January 2026 20:32 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB