Seorang nelayan hilang di Jepara ditemukan meninggal
Selasa, 7 Desember 2021 19:48 WIB
Personel BPBD Jepara saat melakukan pencairan dari daratan. ANTARA/HO-BPBD Jepara.
Jepara (ANTARA) - Satu di antara dua nelayan yang dinyatakan hilang saat melaut di Perairan Mandalika Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditemukan meninggal di kawasan perairan di perbatasan antara Kabupaten Pati dan Rembang.
"Korban yang ditemukan bernama Sunarji asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Hanya saja, hingga kini belum bisa dievakuasi," kata staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara M. Zainuddin di Jepara, Selasa.
Ia mengungkapkan lokasi korban sekitar 30 mil utara PLTU Rembang. Hanya saja, hingga saat ini belum bisa dievakuasi dari tengah laut karena gelombang tinggi.
Hasil koordinasi dengan berbagai pihak, kata dia, evakuasi korban menggunakan kapal polair.
Ia mengungkapkan evakuasinya masih menunggu cuaca di laut mereda sehingga saat evakuasi dipastikan aman.
Kronologi kejadian, kapal nelayan Mona Rosa yang ditumpangi kedua korban, yakni Soferul Alamain asal Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Jepara dan Sunarji asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Dukuhseti, Pati tersebut melaut dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puncel, Kecamatan Dukuhseti pada Sabtu (4/12), sekitar pukul 14.00 WIB.
Seharusnya pada Minggu (5/12), sekitar pukul 14.00 WIB nelayan tersebut sudah berlabuh di TPI Puncel. Namun, hingga Senin ini kedua nelayan tersebut belum pulang melaut.
Atas informasi tersebut, kemudian para nelayan melakukan pencarian, termasuk Tim BPBD Jepara juga melakukan pencarian di wilayah perairan Mandalika dan Puncel.
"Korban yang ditemukan bernama Sunarji asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Hanya saja, hingga kini belum bisa dievakuasi," kata staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara M. Zainuddin di Jepara, Selasa.
Ia mengungkapkan lokasi korban sekitar 30 mil utara PLTU Rembang. Hanya saja, hingga saat ini belum bisa dievakuasi dari tengah laut karena gelombang tinggi.
Hasil koordinasi dengan berbagai pihak, kata dia, evakuasi korban menggunakan kapal polair.
Ia mengungkapkan evakuasinya masih menunggu cuaca di laut mereda sehingga saat evakuasi dipastikan aman.
Kronologi kejadian, kapal nelayan Mona Rosa yang ditumpangi kedua korban, yakni Soferul Alamain asal Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Jepara dan Sunarji asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Dukuhseti, Pati tersebut melaut dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puncel, Kecamatan Dukuhseti pada Sabtu (4/12), sekitar pukul 14.00 WIB.
Seharusnya pada Minggu (5/12), sekitar pukul 14.00 WIB nelayan tersebut sudah berlabuh di TPI Puncel. Namun, hingga Senin ini kedua nelayan tersebut belum pulang melaut.
Atas informasi tersebut, kemudian para nelayan melakukan pencarian, termasuk Tim BPBD Jepara juga melakukan pencarian di wilayah perairan Mandalika dan Puncel.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng pastikan TKI Temanggung hilang saat ini dalam kondisi sehat
26 November 2025 16:37 WIB
Tanah longsor di Banjarnegara, 48 rumah hilang dan 26 warga masih dalam pencarian
18 November 2025 17:28 WIB
Bupati Cilacap minta percepatan pencarian korban hilang akibat longsor di Cibeunying
14 November 2025 11:19 WIB
Tim SAR gabungan cari puluhan warga hilang korban longsor di Cibeunying Cilacap
14 November 2025 11:16 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Korlantas Polri kolaborasi dengan Senkom Mitra Polri bangun keselamatan berlalu lintas
21 January 2026 22:07 WIB