Dua orang meninggal terserempet KA barang di Grobogan
Sabtu, 17 Juli 2021 16:22 WIB
Pekerja memasang bantalan rel kereta api yang terbuat dari beton di Desa Gampengrejo, Kediri, Jawa Timur, Jumat (16/7/2021). ANTARA/Prasetia Fauzani/foc
Semarang (ANTARA) - Dua orang tewas setelah terserempet kereta api barang pengangkut peti kemas relasi Jakarta-Surabaya di jalur antara Stasiun Kradenan dan Sulur di Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kedua korban diduga sedang berjemur matahari di sekitar jalur KA tersebut.
"Diduga tidak mendengar saat rangkaian KA akan melintas," katanya.
Baca juga: Diduga melamun, pesepeda motor ini terserempet kereta
Baca juga: Pengendara sepeda kayuh warga Grobogan ini tewas terserempet kereta
Adapun identitas kedua korban masing-masing Rakiman (60) dan Suparman (66) warga Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan.
Akibat kejadian itu, lanjut dia, KA yang terdiri dari 30 gerbong tersebut sempat berhenti sekitar 9 menit di Stasiun Sulur untuk pengecekan rangkaian kereta.
Kejadian itu, menurut dia, menyebabkan keterlambatan perjalanan KA Maharani tujuan Semarang selama sekitar 10 menit.
Krisbiyantoro juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur KA yang merupakan daerah steril.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kedua korban diduga sedang berjemur matahari di sekitar jalur KA tersebut.
"Diduga tidak mendengar saat rangkaian KA akan melintas," katanya.
Baca juga: Diduga melamun, pesepeda motor ini terserempet kereta
Baca juga: Pengendara sepeda kayuh warga Grobogan ini tewas terserempet kereta
Adapun identitas kedua korban masing-masing Rakiman (60) dan Suparman (66) warga Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan.
Akibat kejadian itu, lanjut dia, KA yang terdiri dari 30 gerbong tersebut sempat berhenti sekitar 9 menit di Stasiun Sulur untuk pengecekan rangkaian kereta.
Kejadian itu, menurut dia, menyebabkan keterlambatan perjalanan KA Maharani tujuan Semarang selama sekitar 10 menit.
Krisbiyantoro juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur KA yang merupakan daerah steril.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polisi selidiki penemuan kerangka manusia tanpa identitas di kebun kopi Gembong Pati
02 April 2026 10:24 WIB