Pekalongan gandeng Unsoed ciptakan alat pembersih limbah
Senin, 23 November 2020 17:19 WIB
Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz saat membuka kegiatan Upaya Penanganan Pencemaran Perairan Akibat Kegiatan Non-Perikanan (Limbah Tekstil) yang Berdampak pada Sektor Perikanan dan Kelautan. ANTARA/Kutnadi
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto dalam menciptakan alat pembersih limbah tekstil maupun batik dengan memanfaatkan sejumlah jenis jamur.
Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa saat ini industri batik maupun tekstil yang dikelola masyarakat banyak menghasilkan air limbah yang mencemari sungai.
"Oleh karena, berbagai upaya pemkot dilakukan seperti membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengurangi pencemaran limbah industri di sungai yang belum sepenuhnya optimal dengan menggandeng LPPM Unsoed," katanya.
Menurut dia, sebenarnya pemkot juga telah membangun lima unit instalasi pengolah air limbah di beberapa titik dan bantuan IPAL komunal dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai upaya mengantisipasi pencemaran limbah ke sungai.
Namun, kata dia, IPAL yang sudah dibangun belum semuanya berfungsi dam masih kurang optimal sehingga pemkot berupaya melaksanakan fasilitasi untuk kepentingan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesejahteran masyarakat.
"Hanya saja, kami masih sulit mengendalikan bibit limbah yang mencemari sungai karena limbah yang bermuara di wilayah Kota Pekalongan juga berasal dari hulu sungai di wilayah Kabupaten Pekalongan," katanya.
Kepala Bappeda Kota Pekalongan Anita Heru Kusumorini mengatakan penanganan limbah menjadi problema yang harus segera dituntaskan karena pencemaran di sungai sudah cukup relatif parah.
Bahkan, kata dia, IPAL yg dibangun oleh dinas lingkungan hidup juga dinilai belum berfungsi optimal karena kondisi wilayah yang relatif datar sehingga ada limbah industri yang tidak bisa dialirkan ke IPAL.
Menurut dia, perlu adanya upaya agar limbah dari industri kecil dan rumah tangga bisa dioleh maksimal agar air dari proses limbah saat masuk ke sungai dalam kondisi bersih.
"Alhamdulillah, kami menyambut baik adanya penelitian dari Unsoed bekerja sama dengan PSDKP Cilacap untuk menanganai limbah perairan khususnya bidang perikanan dan kelautan," katanya.
Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa saat ini industri batik maupun tekstil yang dikelola masyarakat banyak menghasilkan air limbah yang mencemari sungai.
"Oleh karena, berbagai upaya pemkot dilakukan seperti membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengurangi pencemaran limbah industri di sungai yang belum sepenuhnya optimal dengan menggandeng LPPM Unsoed," katanya.
Menurut dia, sebenarnya pemkot juga telah membangun lima unit instalasi pengolah air limbah di beberapa titik dan bantuan IPAL komunal dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai upaya mengantisipasi pencemaran limbah ke sungai.
Namun, kata dia, IPAL yang sudah dibangun belum semuanya berfungsi dam masih kurang optimal sehingga pemkot berupaya melaksanakan fasilitasi untuk kepentingan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesejahteran masyarakat.
"Hanya saja, kami masih sulit mengendalikan bibit limbah yang mencemari sungai karena limbah yang bermuara di wilayah Kota Pekalongan juga berasal dari hulu sungai di wilayah Kabupaten Pekalongan," katanya.
Kepala Bappeda Kota Pekalongan Anita Heru Kusumorini mengatakan penanganan limbah menjadi problema yang harus segera dituntaskan karena pencemaran di sungai sudah cukup relatif parah.
Bahkan, kata dia, IPAL yg dibangun oleh dinas lingkungan hidup juga dinilai belum berfungsi optimal karena kondisi wilayah yang relatif datar sehingga ada limbah industri yang tidak bisa dialirkan ke IPAL.
Menurut dia, perlu adanya upaya agar limbah dari industri kecil dan rumah tangga bisa dioleh maksimal agar air dari proses limbah saat masuk ke sungai dalam kondisi bersih.
"Alhamdulillah, kami menyambut baik adanya penelitian dari Unsoed bekerja sama dengan PSDKP Cilacap untuk menanganai limbah perairan khususnya bidang perikanan dan kelautan," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan bersama empat daerah sepakat kelola sampah dengan investor China
29 January 2026 16:39 WIB
Pemkot Pekalongan bentuk satgas percepatan penanganan sampah jadi permasalan masyarakat
27 January 2026 18:53 WIB
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Pekalongan terdampak banjir, PLN gerak cepat amankan listrik dan salurkan bantuan bagi pengungsi
22 January 2026 13:34 WIB
Pemkot Pekalongan berlakukan penyesuaian sistem belajar karena terdampak banjir
20 January 2026 15:53 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Mahasiswa dan Dosen Vokasi Undip perkuat kompetensi otomasi industri melalui pelatihan bersama
28 January 2026 18:03 WIB
Dari pendidikan politik hingga restorative justice, gagasan Doktor UMS perkuat demokrasi Indonesia
28 January 2026 17:37 WIB
FSRD ISI Solo kunjungi Museum Manusia Purba Sangiran buka peluang kolaborasi
27 January 2026 14:26 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
Mahasiswa TRKP SV Undip jalani magang industri di PT KTU Shipyard Tanjung Riau Batam
26 January 2026 16:16 WIB
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB