Batik Semar Solo cetak pembatik baru berpegang pakem
Jumat, 30 Oktober 2020 18:05 WIB
Salah satu pengrajin sedang mendemokan cara belajar batik. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Batik Semar, salah satu produsen batik terbesar di Kota Solo, Jawa Tengah, berupaya mencetak pembatik baru yang berpegang pada pakem untuk melestarikan warisan budaya tersebut.
"Biasanya pembatik kan kawakan (berusia lanjut) semua. Oleh karena itu, kami ingin mencari generasi muda pembatik di Indonesia," kata pemilik Batik Semar Ardianto Soewono di Solo, Jumat.
Meski demikian, dikatakannya, dari sisi penggunaan saat ini makin banyak orang yang tertarik menggunakan batik sehingga secara korelasi antara batik dengan sejarah dan budaya di Indonesia mulai terlihat makin kuat.
"Terkait batik ini ada dua hal yang difokuskan, yaitu proses dan makna. Bahkan, sebelum membatik harus tahu apa yang mau dibatik, apalagi kalau motif pakem. Harus sesuai dengan aturan pakem dan aturan sejarah Indonesia," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar ke depan generasi muda bisa memahami bagaimana cara membatik dan bisa mengerti apa itu pakem batik.
Untuk memberikan pemahaman batik, pihaknya juga memanfaatkan libur sekolah di mana anak-anak banyak belajar di rumah.
"Dalam hal ini kami memberikan edukasi batik. Bagaimana melatih mereka membatik sekaligus dalam bentuk fun. Ini memberikan efek positif ke anak-anak, membantu anak jadi lebih fokus dan konsentrasi," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menciptakan boks belajar batik yang di antaranya berisi kain putih, lem, dan pewarna. Ia mengatakan lem bermanfaat sebagai pengganti malam yang biasanya digunakan oleh perajin.
"Kalau malam kan harus pakai kompor, tentu berbahaya bagi anak-anak. Beda jika diganti lem kan tidak berisiko. Saat ini boks tersebut sudah kami perjualbelikan," katanya.
Baca juga: Presiden Jokowi "membatik untuk negeri" di Solo
"Biasanya pembatik kan kawakan (berusia lanjut) semua. Oleh karena itu, kami ingin mencari generasi muda pembatik di Indonesia," kata pemilik Batik Semar Ardianto Soewono di Solo, Jumat.
Meski demikian, dikatakannya, dari sisi penggunaan saat ini makin banyak orang yang tertarik menggunakan batik sehingga secara korelasi antara batik dengan sejarah dan budaya di Indonesia mulai terlihat makin kuat.
"Terkait batik ini ada dua hal yang difokuskan, yaitu proses dan makna. Bahkan, sebelum membatik harus tahu apa yang mau dibatik, apalagi kalau motif pakem. Harus sesuai dengan aturan pakem dan aturan sejarah Indonesia," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar ke depan generasi muda bisa memahami bagaimana cara membatik dan bisa mengerti apa itu pakem batik.
Untuk memberikan pemahaman batik, pihaknya juga memanfaatkan libur sekolah di mana anak-anak banyak belajar di rumah.
"Dalam hal ini kami memberikan edukasi batik. Bagaimana melatih mereka membatik sekaligus dalam bentuk fun. Ini memberikan efek positif ke anak-anak, membantu anak jadi lebih fokus dan konsentrasi," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menciptakan boks belajar batik yang di antaranya berisi kain putih, lem, dan pewarna. Ia mengatakan lem bermanfaat sebagai pengganti malam yang biasanya digunakan oleh perajin.
"Kalau malam kan harus pakai kompor, tentu berbahaya bagi anak-anak. Beda jika diganti lem kan tidak berisiko. Saat ini boks tersebut sudah kami perjualbelikan," katanya.
Baca juga: Presiden Jokowi "membatik untuk negeri" di Solo
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS buka layanan admisi lebih awal usai libur, beri kesempatan pemudik daftar kuliah
26 March 2026 16:48 WIB
BI sediakan layanan penukaran uang baru bagi penumpang KA di dua stasiun di Semarang
13 March 2026 0:22 WIB
Bank Jateng Cabang Kudus siapkan Rp2,65 miliar untuk penukaran uang baru sambut Lebaran
10 March 2026 13:07 WIB
Resmi dilantik, kepengurusan baru komunitas mahasiswa FT UMS siap berjuang membawa prestasi
06 March 2026 14:52 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Pemkab Kudus sosialisasi pendidikan karakter anti-perundungan melalui media film
01 April 2026 14:17 WIB
Mahasiswa KKN DIK UMS hadirkan metode Fun Learning untuk atasi kendala Bahasa Inggris
31 March 2026 18:47 WIB
Atasi depresi dengan pendekatan religius, UMS perkenalkan BA-M dan Islamic Mindfulness Model
31 March 2026 12:10 WIB
Ingin lolos SNBT 2026? Ini prodi favorit dan tingkat keketatan di UIN Walisongo Semarang
31 March 2026 10:45 WIB