Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus genjot vaksinasi PMK menyusul14 kasus baru

Rabu, 1 April 2026 19:55 WIB
Image Print
Sejumlah ternak kerbau di salah satu kandang peternak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ternak itu menjadi sasaran vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak sapi maupun kerbau, menyusul adanya temuan 14 kasus PMK baru sepanjang Januari hingga Maret 2026.

"Dari belasan kasus PMK tersebut, semuanya menyerang hewan ternak sapi. Alhamdulillah sebagian di antaranya berhasil sembuh setelah ada penanganan secara intensif, sedangkan sisanya ada yang dilakukan pemotongan paksa," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah di Kudus, Rabu.

Ia meminta para peternak sapi, kerbau, maupun kambing untuk tetap mewaspadai penyebaran virus penyakit mulut dan kuku dengan menjaga kesehatan ternak maupun kebersihan kandangnya.

"Jika ada indikasi klinis PMK, segera laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti. Hal terpenting, ketika ada temuan pisahkan dengan ternak lain, demikian halnya ketika mendapatkan ternak baru sebaiknya diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari," ujarnya.

Masa inkubasi virus PMK, kata dia, biasanya berlangsung selama 14 hari, sehingga ketika ternak yang baru dibeli selama 14 hari tidak ada tanda-tanda terjangkit PMK baru bisa disatukan dengan ternak lain yang lebih dahulu dipelihara.

Ia mengungkapkan penularan penyakit PMK tidak hanya lewat ternak, karena ada temuan melalui perantara manusia, karena peternak merasa tidak pernah membeli ternak baru tetapi sebelumnya ada calon pembeli yang mengecek kondisi ternaknya, kemudian setelah itu terjangkit PMK.

Untuk itulah, kata dia, selain peternak diminta meningkatkan kewaspadaan, Dinas Pertanian Kudus juga mulai menggenjot penyuntikan vaksin PMK karena menargetkan 2.500 ekor tervaksinasi.

"Saat ini kami baru menjangkau 114 ekor ternak, baik sapi maupun kerbau. Setelah libur Lebaran kami intensifkan kembali agar temuan kasus PMK bisa ditekan," ujarnya.

Menurut dia peternak di Kabupaten Kudus sudah memiliki kesadaran dan pengetahuan terhadap penanganan dan pencegahan PMK, karena beberapa kasus PMK berhasil sembuh setelah diobati secara mandiri. Namun kesadaran mayoritas peternak menjaga kebersihan kandang masih perlu ditingkatkan.

"Hal ini yang masih menjadi tantangan kami untuk menyadarkan mereka agar lebih baik dalam menjaga kebersihan kandang, karena menjadi salah satu kunci mencegah penyebaran virus PMK terhadap ternak lainnya," ujarnya.


Baca juga: Pemkab Kudus sosialisasi pendidikan karakter anti-perundungan melalui media film



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026