
Muhammadiyah Jateng : Idul Fitri ibarat bayi baru lahir

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah Rozihan mengatakan Hari Raya Idul Fitri diibaratkan seperti bayi baru lahir yang menghadirkan semangat solidaritas kemanusiaan.
"Idul Fitri merupakan suatu ukuran keberhasilan Ramadhan, sama seperti bayi yang baru lahir," kata dia saat menjadi Khatib Shalat Idul Fitri 1477 Hijriah di Halaman RS Roemani Semarang di Semarang, Jumat.
Ia menjelaskan bayi yang baru lahir menghadirkan sifat peduli ke orang lain dan semangat solidaritas.
Menurut dia, seorang bayi yang baru lahir tidak memperdulikan perbedaan agama, suku, maupun organisasi.
Oleh karena itu, lanjut dia, Idul Fitri memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan.
Hal itu, kata dia, termasuk menyangkut perbedaan dalam merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai sesuatu yang indah.
"Perbedaan itu sesuatu yang biasa, perbedaan itu indah," katanya.
Rozihan juga menekankan pentingnya bersedekah yang merupakan bagian dari upaya membangun negara untuk membangun.
"Negara tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Bantu bangun dengan bersedekah," katanya.
Pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, pengurus Muhammadiyah setempat menyiapkan lokasi Shalat Id tersebar di 50 tempat di Kota Semarang.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
