Pengunjung pusat perbelanjaan di Kudus jadi sasaran tes cepat corona
Jumat, 22 Mei 2020 18:50 WIB
Suasana tes cepat corona di pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). (ANTARA/HO-DKK)
Kudus (ANTARA) - Para pengunjung maupun pegawai di tiga pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi sasaran tes cepat (rapid test) corona untuk mendeteksi lebih dini dengan melakukan pemilahan masyarakat yang berpotensi terpapar corona, Jumat.
Ketiga pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran tes cepat corona, yakni Ramayana Mall Kudus, ADA Swalayan dan Hypermart Kudus.
"Hasilnya, satu orang dinyatakan reaktif dari 147 orang yang menjalani tes cepat di tiga tempat," kata Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi di Kudus.
Ia mengungkapkan satu orang yang dinyatakan reaktif pengunjung Ramayana Mall Kudus dari tiga lokasi yang dilakukan pemeriksaan, yakni Ramayana Mall Kudus, ADA Swalayan, dan Hypermart Kudus.
Dari ketiga tempat tersebut, total alat rapid test yang disediakan untuk masing-masing tempat sebanyak 50 rapid test, namun yang terpakai sebanyak 147 alat.
Ia mengungkapkan dalam pengetesan tersebut tidak lagi menggunakan alat rapid test model stik, melainkan teknik pemeriksaannya menggunakan mesin imunolserologi.
Sampel darah yang diambil, kata dia, dari vena, bukan dari kapiler.
Kemudian sampel darah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah ataupun Puskesmas yang memiliki alat ujinya.
Andini mengatakan, jenis rapid test kali ini dinilai lebih akurat hasilnya dibanding rapid test stik yang dipakai sebelumnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga menyelenggarakan tes cepat di Pasar Kliwon Kudus dan kompleks Masjid Menara Kudus.
Hasilnya, ada tujuh orang dinyatakan reaktif, enam orang di antaranya dari hasil tes cepat corona di Pasar Kliwon dan satu orang dari Masjid Menara Kudus dan merupakan warga Kabupaten Demak.
Kegiatan tes cepat corona di sejumlah tempat keramaian, merupakan program Pemkab Kudus untuk mendeteksi lebih dini dengan melakukan pemilahan masyarakat yang berpotensi terpapar corona karena rapid test hanyalah pemeriksaan penyaring atau skrining untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM (Immunoglobulin M) dan IgG (Immunoglobulin G) yang dihasilkan tubuh ketika terpapar virus corona.
Bagi peserta tes cepat yang hasilnya dinyatakan reaktif virus corona, maka akan dilakukan swab (usap) atau tes PCR atau polymerase chain reaction untuk mendeteksi keberadaan material genetik virus corona.
Ketiga pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran tes cepat corona, yakni Ramayana Mall Kudus, ADA Swalayan dan Hypermart Kudus.
"Hasilnya, satu orang dinyatakan reaktif dari 147 orang yang menjalani tes cepat di tiga tempat," kata Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi di Kudus.
Ia mengungkapkan satu orang yang dinyatakan reaktif pengunjung Ramayana Mall Kudus dari tiga lokasi yang dilakukan pemeriksaan, yakni Ramayana Mall Kudus, ADA Swalayan, dan Hypermart Kudus.
Dari ketiga tempat tersebut, total alat rapid test yang disediakan untuk masing-masing tempat sebanyak 50 rapid test, namun yang terpakai sebanyak 147 alat.
Ia mengungkapkan dalam pengetesan tersebut tidak lagi menggunakan alat rapid test model stik, melainkan teknik pemeriksaannya menggunakan mesin imunolserologi.
Sampel darah yang diambil, kata dia, dari vena, bukan dari kapiler.
Kemudian sampel darah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah ataupun Puskesmas yang memiliki alat ujinya.
Andini mengatakan, jenis rapid test kali ini dinilai lebih akurat hasilnya dibanding rapid test stik yang dipakai sebelumnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga menyelenggarakan tes cepat di Pasar Kliwon Kudus dan kompleks Masjid Menara Kudus.
Hasilnya, ada tujuh orang dinyatakan reaktif, enam orang di antaranya dari hasil tes cepat corona di Pasar Kliwon dan satu orang dari Masjid Menara Kudus dan merupakan warga Kabupaten Demak.
Kegiatan tes cepat corona di sejumlah tempat keramaian, merupakan program Pemkab Kudus untuk mendeteksi lebih dini dengan melakukan pemilahan masyarakat yang berpotensi terpapar corona karena rapid test hanyalah pemeriksaan penyaring atau skrining untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM (Immunoglobulin M) dan IgG (Immunoglobulin G) yang dihasilkan tubuh ketika terpapar virus corona.
Bagi peserta tes cepat yang hasilnya dinyatakan reaktif virus corona, maka akan dilakukan swab (usap) atau tes PCR atau polymerase chain reaction untuk mendeteksi keberadaan material genetik virus corona.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tingkatkan kenyamanan, Jepara ajukan revitalisasi 16 pasar tradisional ke pemerintah pusat
04 February 2026 8:46 WIB
Pemkab Kudus mengusulkan ke pusat tambahan kolam retensi untuk atasi banjir
15 January 2026 9:24 WIB
KPK geledah Kantor PT Wanatiara Persada usai geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak
14 January 2026 9:22 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB