SMK Muhammadiyah Dukun bantu APD kepada tenaga medis
Rabu, 29 April 2020 6:44 WIB
Kepala SMK Muhammadiyah Dukun, Kabupaten Magelang Edy Haryanta (dua dari kiri) menyerahkan bantuan APD kepada puskesmas setempat. (ANTARA/HO-PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang)
Magelang (ANTARA) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang membantu alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis yang bertugas melayani kesehatan masyarakat di puskesmas setempat.
Kepala SMK Muhammadiyah Dukun Edy Haryanta dalam keterangan tertulis di Magelang, Rabu, mengatakan para siswa jurusan tata busana sekolahnya berinisiatif membuat masker dan pakaian hazmat untuk kepentingan tenaga medis, terutama melindungi mereka dari paparan virus corona baru.
"APD tersebut kemudian disampaikan kepada para tenaga medis yang ada di Puskesmas Dukun. Keberadaan APD diharapkan akan mampu melindungi para petugas medis yang sering melakukan interaksi langsung dengan para pasien," katanya.
Ia mengatakan tenaga medis dituntut selalu siap dan sehat dalam penanganan kesehatan masyarakat, terutama di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
Namun, katanya, mereka juga rentan terpapar virus karena setiap saat berinteraksi dengan pasien.
"Salah satu bentuk perhatian adalah adanya jaminan kemudahan memperoleh fasilitas APD dalam setiap melakukan aktivitas pekerjaan dan pengabdiannya sebagai tenaga medis," katanya.
Baca juga: "Alumni Sedes Berbagi" bantu kebutuhan medis dua rumah sakit
Pihaknya membantu 10 baju hazmat dan 50 masker kepada petugas medis di puskesmas di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Magelang itu.
"Ini adalah hasil karya siswa SMK Muhammadiyah Dukun, mudah-mudah bantuan ini dapat bermanfaat dan mampu mengatasi kekurangan APD bagi para tenaga medis yang bertugas, semoga semuanya diberi kekuatan dan kesehatan,” katanya.
Petugas medis yang juga bagian dari Satuan Tugas Pencegahan COVID-19 Puskesmas Dukun dr. Dewi Iriani berterima kasih kepada SMK Muhammadiyah Dukun yang telah membantu APD untuk tenaga medis di tempat itu.
"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi tenaga medis dalam melindungi dirinya ketika melaksanakan tugas," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat setempat mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19.
"Kunci berakhirnya pandemi COVID-19 ini ada di masyarakat dan kerja sama semua pihak," katanya.
Baca juga: Kodim 0724 Boyolali serahkan bantuan APD untuk petugas medis
Baca juga: Muhammadiyah: Ramadhan perkuat semangat umat untuk berbagi
Baca juga: Lazismu Kabupaten Magelang siapkan program lumbung pangan
Kepala SMK Muhammadiyah Dukun Edy Haryanta dalam keterangan tertulis di Magelang, Rabu, mengatakan para siswa jurusan tata busana sekolahnya berinisiatif membuat masker dan pakaian hazmat untuk kepentingan tenaga medis, terutama melindungi mereka dari paparan virus corona baru.
"APD tersebut kemudian disampaikan kepada para tenaga medis yang ada di Puskesmas Dukun. Keberadaan APD diharapkan akan mampu melindungi para petugas medis yang sering melakukan interaksi langsung dengan para pasien," katanya.
Ia mengatakan tenaga medis dituntut selalu siap dan sehat dalam penanganan kesehatan masyarakat, terutama di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
Namun, katanya, mereka juga rentan terpapar virus karena setiap saat berinteraksi dengan pasien.
"Salah satu bentuk perhatian adalah adanya jaminan kemudahan memperoleh fasilitas APD dalam setiap melakukan aktivitas pekerjaan dan pengabdiannya sebagai tenaga medis," katanya.
Baca juga: "Alumni Sedes Berbagi" bantu kebutuhan medis dua rumah sakit
Pihaknya membantu 10 baju hazmat dan 50 masker kepada petugas medis di puskesmas di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Magelang itu.
"Ini adalah hasil karya siswa SMK Muhammadiyah Dukun, mudah-mudah bantuan ini dapat bermanfaat dan mampu mengatasi kekurangan APD bagi para tenaga medis yang bertugas, semoga semuanya diberi kekuatan dan kesehatan,” katanya.
Petugas medis yang juga bagian dari Satuan Tugas Pencegahan COVID-19 Puskesmas Dukun dr. Dewi Iriani berterima kasih kepada SMK Muhammadiyah Dukun yang telah membantu APD untuk tenaga medis di tempat itu.
"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi tenaga medis dalam melindungi dirinya ketika melaksanakan tugas," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat setempat mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19.
"Kunci berakhirnya pandemi COVID-19 ini ada di masyarakat dan kerja sama semua pihak," katanya.
Baca juga: Kodim 0724 Boyolali serahkan bantuan APD untuk petugas medis
Baca juga: Muhammadiyah: Ramadhan perkuat semangat umat untuk berbagi
Baca juga: Lazismu Kabupaten Magelang siapkan program lumbung pangan
Pewarta : Hari
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perkenalkan tapak suci, mahasiswa KKN Dik UMS tanamkan ideologi Muhammadiyah di tanah Arab
09 February 2026 13:36 WIB
UMS jadi tuan rumah capacity building Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Jawa Tengah
07 February 2026 14:15 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
Para siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat belajar hidup di desa lewat kegiatan live in
03 February 2026 17:26 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
FKIP UMS dorong transformasi digital, mahasiswa KKN gelar pelatihan AI di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri
02 February 2026 16:46 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
UMS dipercaya PP Muhammadiyah kembangkan infrastruktur geospasial persyarikatan
27 January 2026 12:52 WIB
Tim Pengabdian UMS serahkan media pembelajaran kit listrik dinamis ke SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
26 January 2026 13:07 WIB
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB