Kader Ansor jangan abaikan politik
Minggu, 1 Desember 2019 21:45 WIB
Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat temu kader Ansor dan Banser di Pekalongan, Minggu (1/12/2019). (ANTARA/Dok. Humas Ansor)
Pekalongan (ANTARA) - Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut menyatakan kader Ansor dan Banser tidak boleh mengabaikan masalah politik meski organisasi keagamaan itu tidak mengajak anggotanya berpolitik.
"Saya tidak sedang mengajak Ansor berpolitik namun hampir semua dimensi kehidupan masyarakat ditentukan oleh politik. Oleh karena, kita harus seimbang antara keagamaan dan sosial kemasyarakatan, di mana di dalamnya ada politik," katanya di Pekalongan, Minggu.
Di hadapan ratusan kader Ansor dan Banser, anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X yang meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang itu, ia mengatakan menjaga ajaran Aswaja, selawatan, ngaji, gotong royong tersebut sebagai hal penting dan harus, namun politik juga tak kalah penting.
Yaqut menegaskan untuk membangun Nahdatul Ulama (NU) masa depan dibutuhkan kontribusi serius dalam dunia sosial kemasyarakatan, termasuk di dunia politik.
Baca juga: Gus Yaqut tegaskan Indonesia untuk semua umat
Meski NU, termasuk Ansor adalah organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan, kata dia, para kader jangan abai dengan persoalan politik.
"Kita tidak bisa hanya mengaji saja, selawatan saja namun juga harus menatap masa depan bangsa dengan lebih baik. Oleh karena, kita jangan abai dengan masalah politik," katanya.
Ia mengatakan Ansor dan Banser harus bisa mendukung apabila ada kader, seperti Azmi Fahmi, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan memiliki peluang maju bupati.
"Kita harus dukung, diperjuangkan seluruh kader. Ini politik," kata adik dari tokoh Nahdlatul Ulama, Yahya Staquf itu.
Ia menambahkan seluruh kader Ansor dan Banser harus tetap solid dan satu komando dalam berkhidmah, serta serius menjaga ajaran Aswaja, Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: GP Ansor ajak Banser rangkul eks HTI
Baca juga: GP Ansor sampaikan Deklarasi Islam untuk Kemanusiaan kepada Paus
Baca juga: GP Ansor Jateng minta pendakwah kedepankan keutuhan NKRI
"Saya tidak sedang mengajak Ansor berpolitik namun hampir semua dimensi kehidupan masyarakat ditentukan oleh politik. Oleh karena, kita harus seimbang antara keagamaan dan sosial kemasyarakatan, di mana di dalamnya ada politik," katanya di Pekalongan, Minggu.
Di hadapan ratusan kader Ansor dan Banser, anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X yang meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang itu, ia mengatakan menjaga ajaran Aswaja, selawatan, ngaji, gotong royong tersebut sebagai hal penting dan harus, namun politik juga tak kalah penting.
Yaqut menegaskan untuk membangun Nahdatul Ulama (NU) masa depan dibutuhkan kontribusi serius dalam dunia sosial kemasyarakatan, termasuk di dunia politik.
Baca juga: Gus Yaqut tegaskan Indonesia untuk semua umat
Meski NU, termasuk Ansor adalah organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan, kata dia, para kader jangan abai dengan persoalan politik.
"Kita tidak bisa hanya mengaji saja, selawatan saja namun juga harus menatap masa depan bangsa dengan lebih baik. Oleh karena, kita jangan abai dengan masalah politik," katanya.
Ia mengatakan Ansor dan Banser harus bisa mendukung apabila ada kader, seperti Azmi Fahmi, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan memiliki peluang maju bupati.
"Kita harus dukung, diperjuangkan seluruh kader. Ini politik," kata adik dari tokoh Nahdlatul Ulama, Yahya Staquf itu.
Ia menambahkan seluruh kader Ansor dan Banser harus tetap solid dan satu komando dalam berkhidmah, serta serius menjaga ajaran Aswaja, Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: GP Ansor ajak Banser rangkul eks HTI
Baca juga: GP Ansor sampaikan Deklarasi Islam untuk Kemanusiaan kepada Paus
Baca juga: GP Ansor Jateng minta pendakwah kedepankan keutuhan NKRI
Pewarta : Kutnadi
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK: Perantara aliran uang dari Yaqut ke Pansus Haji DPR RI 2024 berinisial ZA
14 April 2026 9:02 WIB
KPK tegaskan penetapan Yaqut sebagai tersangka kasus kuota haji sudah sesuai prosedur
11 February 2026 15:50 WIB
Hari Raya Galungan dan Kuningan, Menag sapa umat Hindu Indonesia di Jepang
30 September 2024 13:12 WIB, 2024