Logo Header Antaranews Jateng

Agustina Wilujeng ajak perempuan isi posisi sebagai pemimpin

Kamis, 30 April 2026 22:13 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama anggota DPR RI Samuel Wattimena, dan para tokoh perempuan saat dialog "Perempuan dan Masa Depan Indonesia", di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengajak kaum perempuan untuk mengisi posisi sebagai pemimpin di berbagai bidang sesuai dengan yang ditekuninya.

"Karena perempuan itu bisa mendapatkan posisi-posisi menjadi pemimpin," katanya pada dialog "Perempuan dan Masa Depan Indonesia" di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Kamis.

Ia mencontohkan dirinya dan banyak perempuan lain yang menjadi pimpinan di berbagai bidang, baik kepala daerah, lembaga legislatif, lembaga pendidikan, maupun pimpinan perusahaan.

"Bagaimana membangun diri menjadi perempuan yang memiliki sesuatu di masyarakat, jadi pejabat, jadi penggerak, jadi dosen yang teladan, jadi apa, pokoknya ketokohan," katanya.

"Pesannya adalah kalau kita menjadi pemimpin, apa yang harus dilakukan. Tadi quote 'Perempuan pilih perempuan', itu tidak hanya berarti sempit bahwa kalau ada perempuan yang mencalonkan diri, kemudian kita memilih perempuan. Tidak hanya itu," lanjutnya.

Menurut dia, perempuan yang menjadi pemimpin harus memiliki kebijakan yang memperhatikan urusan perempuan, yakni pemberdayaan anak, pendidikan, kesehatan, dan pangan.

"Ini wajibnya nih, selesaikan dulu. Maka, 'concern' saya sebagai wali kota menyelesaikan empat hal ini. Karena ini yang akan menjadi penciptaan pertama bagaimana kita bisa mendorong perekonomian maju, sumber daya manusianya maju," katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Endro Dwi Cahyono mengatakan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan diberikan ruang, kesempatan dan keberanian untuk mengambil peran.

"Bagaimana perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi menjadi penggeraknya. Kami meyakini bahwa politik bukan sekedar kekuasaan tetapi alat perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial," katanya.

Menurut dia, perempuan tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berperang, tetapi yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melangkah dan untuk berkembang.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang selama ini telah memberikan ruang bagi perempuan untuk bereksistensi dan berekspresi.

"Kalau Semarang, dengan eksistensi perempuan dan kapasitas perempuan praktis sudah selesai. Tapi kalau kita berbicara Indonesia maka perempuan ini peluangnya sudah ada tapi belum mencapai tujuan," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026