OPD di Kudus wajib sajikan kopi Muria
Selasa, 19 November 2019 10:44 WIB
Seorang perempuan barista asal Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Foto : Dok.)
Kudus (ANTARA) - Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, wajib menyajikan minuman kopi lokal di kantornya masing-masing demi meningkatkan daya saing dan penjualan kopi lokal Kudus, kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M Hartopo.
"Masing-masing OPD di Kudus memiliki anggaran untuk makan dan minum di kantornya. Jika selama ini tidak menyajikan kopi, maka kami instruksikan untuk mulai menyediakan Kopi Muria," ujarnya di Kudus, Selasa.
Ia berharap dengan adanya dukungan tersebut peminat kopi Muria di Kudus semakin meningkat.
Masing-masing OPD yang hendak menyajikan minuman kopi, kata dia, dipersilakan memilih kopi dari desa mana saja, asalkan benar-benar kopi yang ditanam oleh petani lokal Kudus.
Baca juga: Pemkab Kudus gelar festival kopi muria
Apalagi, lanjut dia, saat ini sudah banyak petani kopi yang lebih memilih menjualnya dalam bentuk produk jadi, dibandingkan sebelumnya menjual dalam bentuk biji merah.
Selain menginstruksikan masing-masing OPD menyediakan minuman kopi di kantornya masing-masing, Pemkab Kudus juga siap memberikan pendampingan serta mengupayakan adanya bantuan peralatan untuk mendorong pelaku usaha Kopi Muria semakin berkembang dan memiliki daya saing.
Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Andi Imam Santosa mengakui siap menyediakan minuman kopi di kantornya untuk para pegawai.
Minuman yang disajikan selama ini, kata dia, sering kali minuman teh, sedangkan nantinya akan diganti dengan minuman kopi lokal Kudus.
Ia mengakui di kantornya memang tersedia anggaran untuk makanan dan minuman, sehingga nantinya bisa diarahkan untuk membeli produk kopi lokal Kudus.
Widodo, salah seorang petani sekaligus pengusaha Kopi Muria mengaku senang dengan adanya dukungan pemerintah daerah dengan menginstruksikan jajarannya menyediakan minuman kopi di kantor.
"Harapannya, kebijakan tersebut bisa menggairahkan pelaku usaha kopi karena di tingkat lokal sudah mendapatkan dukungan penuh pemerintahnya," ujarnya.
Shinta, seorang perempuan barista asal Colo, Kecamatan Dawe mengaku senang dengan adanya perhatian dari pemkab karena bisa mendorong pelaku usaha kopi Muria untuk mengembangkan usahanya.
Kegiatan festival kopi yang baru saja digelar, kata dia, juga sangat mendukung upaya pelaku usaha mempromosikan produknya kepada masyarakat.
"Tanpa ada kegiatan yang difasilitasi pemkab, tentunya pelaku usaha yang mayoritas masih baru tentunya kesulitan melakukan penetrasi pasar kopi," ujarnya.
Baca juga: Dinas Pertanian Kudus apresiasi pengolahan sirup kopi
Baca juga: Jadi produk unggulan, kopi Muria siap dipromosikan di kegiatan resmi
"Masing-masing OPD di Kudus memiliki anggaran untuk makan dan minum di kantornya. Jika selama ini tidak menyajikan kopi, maka kami instruksikan untuk mulai menyediakan Kopi Muria," ujarnya di Kudus, Selasa.
Ia berharap dengan adanya dukungan tersebut peminat kopi Muria di Kudus semakin meningkat.
Masing-masing OPD yang hendak menyajikan minuman kopi, kata dia, dipersilakan memilih kopi dari desa mana saja, asalkan benar-benar kopi yang ditanam oleh petani lokal Kudus.
Baca juga: Pemkab Kudus gelar festival kopi muria
Apalagi, lanjut dia, saat ini sudah banyak petani kopi yang lebih memilih menjualnya dalam bentuk produk jadi, dibandingkan sebelumnya menjual dalam bentuk biji merah.
Selain menginstruksikan masing-masing OPD menyediakan minuman kopi di kantornya masing-masing, Pemkab Kudus juga siap memberikan pendampingan serta mengupayakan adanya bantuan peralatan untuk mendorong pelaku usaha Kopi Muria semakin berkembang dan memiliki daya saing.
Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Andi Imam Santosa mengakui siap menyediakan minuman kopi di kantornya untuk para pegawai.
Minuman yang disajikan selama ini, kata dia, sering kali minuman teh, sedangkan nantinya akan diganti dengan minuman kopi lokal Kudus.
Ia mengakui di kantornya memang tersedia anggaran untuk makanan dan minuman, sehingga nantinya bisa diarahkan untuk membeli produk kopi lokal Kudus.
Widodo, salah seorang petani sekaligus pengusaha Kopi Muria mengaku senang dengan adanya dukungan pemerintah daerah dengan menginstruksikan jajarannya menyediakan minuman kopi di kantor.
"Harapannya, kebijakan tersebut bisa menggairahkan pelaku usaha kopi karena di tingkat lokal sudah mendapatkan dukungan penuh pemerintahnya," ujarnya.
Shinta, seorang perempuan barista asal Colo, Kecamatan Dawe mengaku senang dengan adanya perhatian dari pemkab karena bisa mendorong pelaku usaha kopi Muria untuk mengembangkan usahanya.
Kegiatan festival kopi yang baru saja digelar, kata dia, juga sangat mendukung upaya pelaku usaha mempromosikan produknya kepada masyarakat.
"Tanpa ada kegiatan yang difasilitasi pemkab, tentunya pelaku usaha yang mayoritas masih baru tentunya kesulitan melakukan penetrasi pasar kopi," ujarnya.
Baca juga: Dinas Pertanian Kudus apresiasi pengolahan sirup kopi
Baca juga: Jadi produk unggulan, kopi Muria siap dipromosikan di kegiatan resmi
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wujudkan Semarang Bersih, Pemkot Semarang: Pengelolaan sampah libatkan lintas OPD
04 February 2026 8:42 WIB
Semua kepala OPD di lingkungan Pemkab Jepara teken perjanjian kinerja 2026
26 January 2026 16:58 WIB
Sekda Purbalingga: Ukuran kinerja OPD berbasis dampak nyata bagi masyarakat
01 December 2025 16:53 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
PIK 2026 resmi berjalan, DKPTI UMS dorong mahasiswa bangun usaha berbasis inovasi
14 February 2026 18:54 WIB
Ultimate Talk 7 IKA UMS dorong UMKM Muhammadiyah go internasional di era digital
14 February 2026 18:50 WIB