90 persen terduga teroris berbaiat ISIS secara online
Kamis, 17 Oktober 2019 6:33 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal ANTARA/Dyah Dwi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, dari 36 terduga teroris yang ditangkap selama sepekan terakhir, hampir 90 persen berbaiat kepada ISIS secara online.
"Oleh karena itu saya menyebutnya adalah fenomena baru," kata Irjen Iqbal di Jakarta, Rabu malam.
Kelompok ini melakukan interaksi lewat media sosial serta aplikasi pesan WhatsApp dan Telegram.
"Mereka berkomunikasi, berinteraksi, melakukan diskusi tentang ideologi mereka," katanya.
Baca juga: Kakak tak percaya dua adiknya terlibat terorisme
Iqbal menduga jumlah kelompok ini banyak dan berpencar. "Mereka belajar merakit bom melalui online, otomatis borderless, karena itu mereka ada di mana-mana dan jumlahnya kami duga tidak sedikit."
Ada sebanyak 36 orang terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam rentang waktu 10-16 Oktober 2019.
"Ada 36 orang totalnya. Densus 88 terus berpencar dan mengejar semua tersangka," katanya.
Baca juga: Densus 88 tangkap lagi terduga teroris, kali ini di Sragen
Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.
Puluhan orang yang diamankan itu juga termasuk dua polisi wanita (polwan) yang terindikasi terpapar paham radikalisme.
Baca juga: Densus geledah rumah dua terduga teroris di Sukoharjo
"(Adanya polwan terpapar radikal) Polri introspeksi ke dalam," katanya.
Ia menyebut segala strategi masif dilakukan Polri untuk menangkap dan sekaligus menghentikan rencana aksi teror kelompok ini.
"Oleh karena itu saya menyebutnya adalah fenomena baru," kata Irjen Iqbal di Jakarta, Rabu malam.
Kelompok ini melakukan interaksi lewat media sosial serta aplikasi pesan WhatsApp dan Telegram.
"Mereka berkomunikasi, berinteraksi, melakukan diskusi tentang ideologi mereka," katanya.
Baca juga: Kakak tak percaya dua adiknya terlibat terorisme
Iqbal menduga jumlah kelompok ini banyak dan berpencar. "Mereka belajar merakit bom melalui online, otomatis borderless, karena itu mereka ada di mana-mana dan jumlahnya kami duga tidak sedikit."
Ada sebanyak 36 orang terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam rentang waktu 10-16 Oktober 2019.
"Ada 36 orang totalnya. Densus 88 terus berpencar dan mengejar semua tersangka," katanya.
Baca juga: Densus 88 tangkap lagi terduga teroris, kali ini di Sragen
Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.
Puluhan orang yang diamankan itu juga termasuk dua polisi wanita (polwan) yang terindikasi terpapar paham radikalisme.
Baca juga: Densus geledah rumah dua terduga teroris di Sukoharjo
"(Adanya polwan terpapar radikal) Polri introspeksi ke dalam," katanya.
Ia menyebut segala strategi masif dilakukan Polri untuk menangkap dan sekaligus menghentikan rencana aksi teror kelompok ini.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota Polres Brebes diduga bunuh diri di pos lantas exit tol Brebes Timur
14 February 2023 20:29 WIB, 2023
Dua anggota LSM pemeras di perkara pemerkosaan di Brebes masih buron
20 January 2023 13:32 WIB, 2023
Polda Jateng sebut ledakan di Grobogan diduga berasal dari bubuk petasan
29 January 2022 5:06 WIB, 2022
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB
Korlantas Polri kolaborasi dengan Senkom Mitra Polri bangun keselamatan berlalu lintas
21 January 2026 22:07 WIB