Surakarta bakal dirikan monumen Kota Layak Anak
Jumat, 23 Agustus 2019 14:45 WIB
Bambang Pramono (kiri) menyerahkan bibit cabai kepada Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Foto : Antara/Aris Wasita.
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta akan mendirikan Monumen Kota Layak Anak (KLA) di Taman Jaya Wijaya Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.
"Pendirian monumen ini agar taman tersebut bisa menjadi salah satu objek wisata bagi anak-anak," kata Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di sela pemberian bibit cabai oleh Bank Indonesia kepada masyarakat di Taman Jaya Wijaya Solo, Jumat.
Ia menambahkan monumen tersebut akan didirikan pada tanggal 10 November 2019 bertepatan dengan Hari Anak Sedunia 2019 dan rencananya dihadiri oleh 11 wali kota se-Asia.
Menurut dia, didirikannya monumen tersebut juga untuk mendukung upaya Indonesia menuju negara layak anak.
"Kami akan mulai dari Solo. Nanti tinggal memindahkan tanaman untuk tempat pemasangan monumen KLA," ujarnya.
Ia mengemukakan nantinya monumen tersebut juga terbuka bagi pengunjung baik itu anak-anak dari Kota Solo maupun luar Kota Solo.
Baca juga: Tiga kabupaten di Jateng belum layak anak
Sementara itu, dipilihnya Taman Jaya Wijaya sebagai lokasi pendirian Monumen KLA karena Kelurahan Mojosongo merupakan salah satu kelurahan di Solo yang padat penduduk. Selain itu, menurutnya Taman Jaya Wijaya pernah menjadi rujukan kota/kabupaten di Indonesia untuk ruang terbuka hijau.
Terkait dengan pemberian bibit tanaman cabai tersebut, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta, Bambang Pramono mengatakan merupakan bentuk dukungan dari BI untuk mewujudkan lingkungan seimbang di Kota Solo.
"Ketidakseimbangan lingkungan bisa menyebabkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, salah satu bentuk dukungan kami adalah dengan membagikan ratusan bibit tanaman cabai kepada masyarakat," sebutnya.
Baca juga: Kudus dapat penghargaan kabupaten layak anak dan bermain ramah anak
Baca juga: Sarana-prasarana memadai, Kota Magelang raih KLA 2019
Baca juga: Pejabat targetkan Indonesia layak anak pada 2030
"Pendirian monumen ini agar taman tersebut bisa menjadi salah satu objek wisata bagi anak-anak," kata Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di sela pemberian bibit cabai oleh Bank Indonesia kepada masyarakat di Taman Jaya Wijaya Solo, Jumat.
Ia menambahkan monumen tersebut akan didirikan pada tanggal 10 November 2019 bertepatan dengan Hari Anak Sedunia 2019 dan rencananya dihadiri oleh 11 wali kota se-Asia.
Menurut dia, didirikannya monumen tersebut juga untuk mendukung upaya Indonesia menuju negara layak anak.
"Kami akan mulai dari Solo. Nanti tinggal memindahkan tanaman untuk tempat pemasangan monumen KLA," ujarnya.
Ia mengemukakan nantinya monumen tersebut juga terbuka bagi pengunjung baik itu anak-anak dari Kota Solo maupun luar Kota Solo.
Baca juga: Tiga kabupaten di Jateng belum layak anak
Sementara itu, dipilihnya Taman Jaya Wijaya sebagai lokasi pendirian Monumen KLA karena Kelurahan Mojosongo merupakan salah satu kelurahan di Solo yang padat penduduk. Selain itu, menurutnya Taman Jaya Wijaya pernah menjadi rujukan kota/kabupaten di Indonesia untuk ruang terbuka hijau.
Terkait dengan pemberian bibit tanaman cabai tersebut, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta, Bambang Pramono mengatakan merupakan bentuk dukungan dari BI untuk mewujudkan lingkungan seimbang di Kota Solo.
"Ketidakseimbangan lingkungan bisa menyebabkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, salah satu bentuk dukungan kami adalah dengan membagikan ratusan bibit tanaman cabai kepada masyarakat," sebutnya.
Baca juga: Kudus dapat penghargaan kabupaten layak anak dan bermain ramah anak
Baca juga: Sarana-prasarana memadai, Kota Magelang raih KLA 2019
Baca juga: Pejabat targetkan Indonesia layak anak pada 2030
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus targetkan naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Madya
14 February 2026 15:43 WIB
Kemendikdasmen: Program revitalisasi sekolah sasar 16.141 satuan pendidikan
31 January 2026 14:36 WIB
Pemkab Kudus dampingi pedagang sayur malam di Pasar Bitingan peroleh tempat layak
11 December 2025 8:39 WIB
KSP sebut Margono Djojohadikusumo layak dianugerahi gelar pahlawan nasional
08 November 2025 20:48 WIB
Cegah keracunan, BGN wajibkan SPPG gunakan air galon jika kualitas air tidak layak
23 October 2025 15:21 WIB