Bupati Batang: Pemuda jangan pernah coba gunakan narkoba
Senin, 22 Juli 2019 20:05 WIB
Bupati Batang Wihaji berfoto bersama dengan anggota Saka Bhakti Husada di Objek wisata Arung Jeram Pandansari, Kecamatan Warungasem. (Foto Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Bupati Batang, Jawa Tengah, Wihaji mengingatkan para pemuda atau kaum milineal agar tidak terjeremus pada penggunaan narkotika dan obat berbahaya karena hal tersebut akan merusak jiwa dan menyengsarakan bagi penggunanya.
"Kami mengingatkan pada pemuda, pelajar, dan masyarakat jangan pernah coba-coba menggunakan narkoba karena hal itu akan berkaitan dengan masa depan penggunannya," katanya usai memberikan pengarahan pada pelajar pada kegiatan Saka Bhakti Husada di Batang, Senin.
Menurut dia, kemajuan informasi dan teknologi yang semakin pesat akan berdampak langsung bagi kehidupan bermasyarakat sehingga perlu adanya kewaspadaan dalam menggunakan alat canggih itu.
"Tantangan bagi kaum milineal saat ini adalah dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena jika kita tidak pandai dan hati-hati maka bisa terjerumus kasus narkoba," katanya.
Baca juga: Polisi: 20 tahun silam Nunung konsumsi ekstasi
Ia mengatakan peserta Saka Bhakti Husada sebagai penerus bangsa memiliki tugas untuk memberikan pencerahan pada kaum milinel agar sadar dari bahaya narkoba.
"Pemuda harus memiliki inovasi dan kreatif yang positif. Setuju atau tidak setuju kemajuan teknologi harus disikapi dengan positif yaitu dengan melakukan inovasi yang bermanfaat," katanya.
Ia mengatakan sesuai sikap seseorang berjiwa praja muda karana (pramuka), peserta Saka Bhakti Husada harus bisa mewujudkan Tri Dharma Paramuka agar berguna bagi masyarakat.
"Anggota Saka Bhakti Husada harus bisa inovatif dan kreatif dalam berkarya. Kami berpesan pada kaum milineal hindari dan jauhi narkoba dan jangan pernah coba-coba," katanya.
Baca juga: Suami tiap hari ingatkan Nunung agar berhenti "nyabu"
"Kami mengingatkan pada pemuda, pelajar, dan masyarakat jangan pernah coba-coba menggunakan narkoba karena hal itu akan berkaitan dengan masa depan penggunannya," katanya usai memberikan pengarahan pada pelajar pada kegiatan Saka Bhakti Husada di Batang, Senin.
Menurut dia, kemajuan informasi dan teknologi yang semakin pesat akan berdampak langsung bagi kehidupan bermasyarakat sehingga perlu adanya kewaspadaan dalam menggunakan alat canggih itu.
"Tantangan bagi kaum milineal saat ini adalah dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena jika kita tidak pandai dan hati-hati maka bisa terjerumus kasus narkoba," katanya.
Baca juga: Polisi: 20 tahun silam Nunung konsumsi ekstasi
Ia mengatakan peserta Saka Bhakti Husada sebagai penerus bangsa memiliki tugas untuk memberikan pencerahan pada kaum milinel agar sadar dari bahaya narkoba.
"Pemuda harus memiliki inovasi dan kreatif yang positif. Setuju atau tidak setuju kemajuan teknologi harus disikapi dengan positif yaitu dengan melakukan inovasi yang bermanfaat," katanya.
Ia mengatakan sesuai sikap seseorang berjiwa praja muda karana (pramuka), peserta Saka Bhakti Husada harus bisa mewujudkan Tri Dharma Paramuka agar berguna bagi masyarakat.
"Anggota Saka Bhakti Husada harus bisa inovatif dan kreatif dalam berkarya. Kami berpesan pada kaum milineal hindari dan jauhi narkoba dan jangan pernah coba-coba," katanya.
Baca juga: Suami tiap hari ingatkan Nunung agar berhenti "nyabu"
Pewarta : Kutnadi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang: Anggaran BTT untuk penanganan bencana Rp11 miliar belum perlu digunakan
23 January 2026 21:18 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB