Ekspor hortikultura RI tembus 113 negara
Kamis, 4 Juli 2019 20:02 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Dirjen Hortikultura Kementar Suwandi (kiri) panen melon di kawasan Soropadan Agro Expo di Soropadan, Temanggung. (Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan bahwa ekspor produk hortikultura Indonesia telah menembus 113 negara tujuan.
"Produk dari Jawa Tengah terdapat 32 jenis sayuran yang telah masuk pasar ekspor," katanya usai pembukaan Soropadan Agro Expo (SAE) ke-9 di Soropadan, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia, produk hortikultura di Jawa Tengah sudah berkembang baik, antara lain sentara tanaman obat di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Semarang.
Ia mengatakan pihaknya terus mendorong ekspor produk-produk pertanian, termasuk dari Jateng.
Baca juga: Magelang kembangkan tumpangsari kopi-hortikultura
Ia menuturkan SAE 2019 juga bagian dari upaya menggenjot ekspor produk pertanian.
"Di sini ditampilkan produk-produk unggulan. Dihadiri juga oleh para duta besar, dan juga calon buyer," katanya.
Ia menyebutkan tahun lalu Indonesia berhasil mengekspor berbagai komoditas pertanian, dengan jumlah total 42 juta ton ke berbagai negara di dunia.
"Kondisi tersebut naik 10 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Dan ini terus kita genjot lagi," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah juga memfasilitasi dan memudahkan para petani untuk mengekspor produk unggulannya. Baik, soal investasi, perizinan dan hal terkait lainnya.
"Prosedurnya lebih sederhana, waktunya lebih cepat," katanya. (Kom)
Baca juga: Pemerintah dorong pembentukan pasar lelang hortikultura
"Produk dari Jawa Tengah terdapat 32 jenis sayuran yang telah masuk pasar ekspor," katanya usai pembukaan Soropadan Agro Expo (SAE) ke-9 di Soropadan, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia, produk hortikultura di Jawa Tengah sudah berkembang baik, antara lain sentara tanaman obat di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Semarang.
Ia mengatakan pihaknya terus mendorong ekspor produk-produk pertanian, termasuk dari Jateng.
Baca juga: Magelang kembangkan tumpangsari kopi-hortikultura
Ia menuturkan SAE 2019 juga bagian dari upaya menggenjot ekspor produk pertanian.
"Di sini ditampilkan produk-produk unggulan. Dihadiri juga oleh para duta besar, dan juga calon buyer," katanya.
Ia menyebutkan tahun lalu Indonesia berhasil mengekspor berbagai komoditas pertanian, dengan jumlah total 42 juta ton ke berbagai negara di dunia.
"Kondisi tersebut naik 10 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Dan ini terus kita genjot lagi," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah juga memfasilitasi dan memudahkan para petani untuk mengekspor produk unggulannya. Baik, soal investasi, perizinan dan hal terkait lainnya.
"Prosedurnya lebih sederhana, waktunya lebih cepat," katanya. (Kom)
Baca juga: Pemerintah dorong pembentukan pasar lelang hortikultura
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumanto sebut Jateng punya potensi besar pengembangan produk hortikultura organik
23 November 2025 15:12 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan : Produktivitas bawang putih Temanggung meningkat
14 March 2024 15:08 WIB, 2024
Dirjen Hortikultura minta petani budi daya bawang dengan model "soil block"
18 December 2022 20:12 WIB, 2022
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Bupati Temanggung ungkap 20 persen opsen PKB untuk peningkatan infrastruktur
28 February 2026 1:42 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB