Apel Kebangsaan gelorakan kembali rasa persatuan
Selasa, 21 Mei 2019 20:46 WIB
Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat melakukan pemeriksaan pasukan dalam kegiatan Apel Kebangsaan di Plaza Mahanan Solo, Selasa petang. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)
Solo (ANTARA) - Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan kegiatan Apel Kebangsaan dengan mengambil tema Bangkit untuk Bersatu diharapkan dapat menggelorakan kembali rasa kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.
"Kegiatan apel dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini, diharapkan dapat menggelorakan kembali perjuangan para pendiri bangsa, yang sudah susah payah menyatukan dari berbagai berbedaan menjadi satu Bangsa Indonesia," kata Kapolda didampingi Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi usai Apel Kebangsaan yang digelar di Plaza Manahan Solo, Selasa petang.
Menurut Kapolda, apel juga dimaksudkan untuk konsolidasi anggota TNI dan Polri dengan elemen masyarakat dalam rangka mengamankan wilayah Solo Raya khususnya dan Jateng pada umumnya oleh kekuatan TNI dan Polri, dibantu 10 setingkat kompi dari seluruh elemen masyarakat bersama-sama saling bahu membahu untuk menjaga situasi keamanan yang kondusif di Solo Raya dan Jateng.
"Apel ini, juga dalam rangka silaturahmi antara elemen TNI Polri dan masyarakat, dan kemudian dilanjutkan buka bersama," kata Kapolda Jateng.
Kapolda mengatakan Bangsa Indonesia saat ini, telah melalui tahapan Pemilu dan tahapan yang paling ditunggu-tunggu serta krusial, dimana sebuah pesta demokrasi yang secara hukum telah banyak menghabiskan energi dan membuat polarisasi di tengah warga bangsa.
"Kita telah memasuki suatu tahapan yang sangat krusial dan ditunggu yakni penghitungan hasil Pemilu yang sudah dilihat dan ketahui hasilnya, dimana sudah disampaikan secara terbuka oleh KPU tingkat Nasional," katanya.
Menurut Kapolda, Alhamdullilah 100 persen kemenangan rakyat Indonesia. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan momentum kebangkitan nasional untuk kembali bersatu menjaga persatuan, persaudaraan, mengikat kembali silaturahmi yang telah diturunkan oleh para pendahulu bangsa ini, secara bergotong-royong.
"Kami dari TNI dan Polri dalam kesempatan yang baik kembali menyatakan sikap dan meneguhkan komitmen kami untuk menjaga NKRI, Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945," katanya.
TNI Polri juga meneguhkan sikap dan komitmennya untuk mengawal dan menjaga hasil penghitungan rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang telah ditetapkan secara nasional oleh KPU.
"Hal ini, yang sejatinya hasil dari pilihan rakyat, mandat yang diberikan rakyat kepada Indonesia. TNI Polri akan berkomitmen meneguhkan sikap, menjaga dan mengawal hasil yang sejatinya pilihan dan mandat dari rakyat Indonesia," katanya.
Pada Apel Kebangsaan di Solo juga dihadiri Waka Polda Jateng Brigjen Pol Ahmad Lutfi, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, para tokoh masyarakat, KPU, Bawaslu, elemen masyarakat dan ribuan orang anggota TNI Polri, serta elemen masyarakat.
"Kegiatan apel dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini, diharapkan dapat menggelorakan kembali perjuangan para pendiri bangsa, yang sudah susah payah menyatukan dari berbagai berbedaan menjadi satu Bangsa Indonesia," kata Kapolda didampingi Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi usai Apel Kebangsaan yang digelar di Plaza Manahan Solo, Selasa petang.
Menurut Kapolda, apel juga dimaksudkan untuk konsolidasi anggota TNI dan Polri dengan elemen masyarakat dalam rangka mengamankan wilayah Solo Raya khususnya dan Jateng pada umumnya oleh kekuatan TNI dan Polri, dibantu 10 setingkat kompi dari seluruh elemen masyarakat bersama-sama saling bahu membahu untuk menjaga situasi keamanan yang kondusif di Solo Raya dan Jateng.
"Apel ini, juga dalam rangka silaturahmi antara elemen TNI Polri dan masyarakat, dan kemudian dilanjutkan buka bersama," kata Kapolda Jateng.
Kapolda mengatakan Bangsa Indonesia saat ini, telah melalui tahapan Pemilu dan tahapan yang paling ditunggu-tunggu serta krusial, dimana sebuah pesta demokrasi yang secara hukum telah banyak menghabiskan energi dan membuat polarisasi di tengah warga bangsa.
"Kita telah memasuki suatu tahapan yang sangat krusial dan ditunggu yakni penghitungan hasil Pemilu yang sudah dilihat dan ketahui hasilnya, dimana sudah disampaikan secara terbuka oleh KPU tingkat Nasional," katanya.
Menurut Kapolda, Alhamdullilah 100 persen kemenangan rakyat Indonesia. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan momentum kebangkitan nasional untuk kembali bersatu menjaga persatuan, persaudaraan, mengikat kembali silaturahmi yang telah diturunkan oleh para pendahulu bangsa ini, secara bergotong-royong.
"Kami dari TNI dan Polri dalam kesempatan yang baik kembali menyatakan sikap dan meneguhkan komitmen kami untuk menjaga NKRI, Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945," katanya.
TNI Polri juga meneguhkan sikap dan komitmennya untuk mengawal dan menjaga hasil penghitungan rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang telah ditetapkan secara nasional oleh KPU.
"Hal ini, yang sejatinya hasil dari pilihan rakyat, mandat yang diberikan rakyat kepada Indonesia. TNI Polri akan berkomitmen meneguhkan sikap, menjaga dan mengawal hasil yang sejatinya pilihan dan mandat dari rakyat Indonesia," katanya.
Pada Apel Kebangsaan di Solo juga dihadiri Waka Polda Jateng Brigjen Pol Ahmad Lutfi, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, para tokoh masyarakat, KPU, Bawaslu, elemen masyarakat dan ribuan orang anggota TNI Polri, serta elemen masyarakat.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhammad Hatta sebut pilar kebangsaan jadi semangat anak muda bangun bangsa
25 December 2025 9:16 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sampaikan pentingnya pilar kebangsaan untuk bela negara
25 December 2025 8:45 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sebut dialog pilar kebangsaan harus rutin diselenggarakan
24 December 2025 18:22 WIB
Muhammad Hatta ajak karang taruna tanamkan empat pilar kebangsaan dalam bermasyarakat
24 December 2025 14:27 WIB
Anggota MPR: Pelajar Banyumas harus pahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan
12 December 2025 18:48 WIB
157 Peserta Ikuti Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Rindam IV Diponegoro
01 December 2025 17:05 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Kemenkum Jateng verifikasi permohonan warga Indonesia dari WNA asal Yaman
09 February 2026 16:28 WIB