Logo Header Antaranews Jateng

Sinergi pemda dan pers harus diperkuat agar berita akurat

Selasa, 10 Februari 2026 08:42 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua PWI Kota Magelang Wiwit Arief Setyoko (kanan) di Magelang, Senin (9/2/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus diperkuat agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berdampak luas, kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.

Wali Kota Damar Prasetyono di Magelang, Senin, menyampaikan pentingnya insan pers terus meningkatkan kompetensi seiring dengan dinamika perkembangan media.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang di Ruang Sidang Lantai I Kantor Pemkot Magelang. Dalam kegiatan itu, hadir pula antara lain Wakil Wali Kota Sri Harso, Penjabat Sekda Larsita, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan mitra PWI Kota Magelang.

Organisasi seperti PWI, katanya, wadah pembinaan untuk melahirkan jurnalis yang berintegritas, adaptif, dan bertanggung jawab.

Ia mengatakan pers mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital yang menuntut kecepatan sekaligus akurasi.

Dalam ekosistem kolaborasi hexahelix, ujar dia, pers berperan menyampaikan kebijakan publik kepada masyarakat, membangun kepercayaan, serta mengangkat potensi daerah melalui pemberitaan yang berkualitas.

“Pers tidak hanya menyampaikan informasi dan kebijakan publik, tetapi juga memberikan kritik yang konstruktif demi perbaikan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Ketua PWI Kota Magelang Wiwit Arief Setyoko mengatakan dunia jurnalistik di era banjir informasi dan media sosial menghadapi tantangan serius.

Publik saat ini sering kali lebih mementingkan kecepatan dibandingkan dengan proses verifikasi sehingga berita bohong dan provokasi mudah menyebar.

“Kami bekerja dengan rem yang jelas bernama Kode Etik Jurnalistik. Ada standar verifikasi, dapur redaksi, serta tanggung jawab hukum dan moral jika terjadi kesalahan,” katanya.

Meskipun media arus utama sering tersisih oleh algoritma media sosial, kata dia, wartawan tetap memegang tanggung jawab profesional yang tidak dimiliki semua pihak.

"Produk berita hasil jurnalis profesional cenderung mengedepankan sentimen positif, mengerdilkan isu SARA, serta menekankan kebersamaan dan kedamaian," katanya.

Dia menjelaskan pemberitaan Pemerintah Kota Magelang selama periode 9 Februari 2025 hingga 9 Februari 2026 tercatat sedikitnya 652 pemberitaan di media nasional dan lokal, baik cetak, elektronik, maupun daring.

Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen bernada positif, 40 persen netral, dan hanya 0,01 persen yang tergolong tidak diharapkan.

“Dukunglah media yang jelas dan berdayakan wartawan profesional. Pers yang sehat adalah mitra terbaik pemerintah dalam membangun narasi kota yang positif,” katanya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026