Ganjar ancam tindak tegas perusahaan abai K-3
Selasa, 23 April 2019 13:07 WIB
ubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto:Bambang Dwi Marwoto)
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap menindak tegas perusahaan-perusahaan yang tidak memerhatikan penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) terhadap para pekerjanya masing-masing.
"Jika ada perusahaan mengabaikan unsur K-3 ini, maka Pemprov Jateng siap ambil tindakan tegas, tapi perlakuan tindakan tegas ini sedikit berbeda dengan cara penanganan terhadap perusahaan menengah ke bawah," katanya saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Selasa.
Menurut Ganjar, saat ini yang perlu dilakukan adalah memastikan pengawas-pengawas penegakan K-3 itu memiliki integritas.
"Kita mesti mendorong pengawas bisa memiliki integritas supaya tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan yang diawasi terkait unsur K-3," ujarnya.
Untuk perusahaan-perusahaan skala menengah ke bawah, kata Ganjar, perlu dilakukan pendampingan untuk penerapan K-3.
Ganjar mengaku akan lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan daripada penindakan terhadap perusahaan-perusahaan menengah ke bawah yang belum bisa sepenuhnya menerapkan K-3.
"Perusahaan-perusahaan menengah ke bawah ini mungkin saja ada faktor ketidakmampuan peralatan atau tidak mampu secara teknis. Oleh karena itu mereka butuh pendampingan, secara umum perusahaan-perusahaan di Jateng sudah bagus kesadarannya dalam penerapan K-3," katanya.
Seperti diketahui, Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan sebagai Pembina Terbaik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Hal tersebut merupakan penghargaan kali kelima yang diraih Gubernur Ganjar Pranowo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng Wika Bintang menambahkan ada 155 perusahaan di Jateng yang menerima penghargaan K3 pada 2019.
Ke-155 perusahaan tersebut terdiri atas 45 perusahaan memperoleh penghargaan kecelakaan nihil atau zero accident, 25 perusahaan meraih penghargaan Program Pencegahan Dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS, dan 85 perusahaan meraih penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3).
"Jumlah perusahaan di Jawa Tengah yang menerima terus meningkat, dimana pada 2017 terdapat 124 perusahaan yang menerima penghargaan berbagai kategori, pada 2018 meningkat menjadi 132 perusahaan," ujarnya. (LHP)
"Jika ada perusahaan mengabaikan unsur K-3 ini, maka Pemprov Jateng siap ambil tindakan tegas, tapi perlakuan tindakan tegas ini sedikit berbeda dengan cara penanganan terhadap perusahaan menengah ke bawah," katanya saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Selasa.
Menurut Ganjar, saat ini yang perlu dilakukan adalah memastikan pengawas-pengawas penegakan K-3 itu memiliki integritas.
"Kita mesti mendorong pengawas bisa memiliki integritas supaya tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan yang diawasi terkait unsur K-3," ujarnya.
Untuk perusahaan-perusahaan skala menengah ke bawah, kata Ganjar, perlu dilakukan pendampingan untuk penerapan K-3.
Ganjar mengaku akan lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan daripada penindakan terhadap perusahaan-perusahaan menengah ke bawah yang belum bisa sepenuhnya menerapkan K-3.
"Perusahaan-perusahaan menengah ke bawah ini mungkin saja ada faktor ketidakmampuan peralatan atau tidak mampu secara teknis. Oleh karena itu mereka butuh pendampingan, secara umum perusahaan-perusahaan di Jateng sudah bagus kesadarannya dalam penerapan K-3," katanya.
Seperti diketahui, Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan sebagai Pembina Terbaik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Hal tersebut merupakan penghargaan kali kelima yang diraih Gubernur Ganjar Pranowo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng Wika Bintang menambahkan ada 155 perusahaan di Jateng yang menerima penghargaan K3 pada 2019.
Ke-155 perusahaan tersebut terdiri atas 45 perusahaan memperoleh penghargaan kecelakaan nihil atau zero accident, 25 perusahaan meraih penghargaan Program Pencegahan Dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS, dan 85 perusahaan meraih penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3).
"Jumlah perusahaan di Jawa Tengah yang menerima terus meningkat, dimana pada 2017 terdapat 124 perusahaan yang menerima penghargaan berbagai kategori, pada 2018 meningkat menjadi 132 perusahaan," ujarnya. (LHP)
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ganjar Pranowo harapkan sukarelawan Andika-Hendi tidak patah semangat
15 November 2024 8:54 WIB, 2024
Saksi sebut pembobolan bank pemerintah di Semarang jadi kerugian perusahaan
26 March 2024 8:46 WIB, 2024
Ganjar tanyakan kembali kebenaran hitung cepat sementara Pilpres 2024
14 February 2024 17:48 WIB, 2024
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan klaim JKM ke ahli waris marbot dan pengurus masjid
12 February 2026 18:11 WIB
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan bersama DMI lindungi penggiat masjid dan musala
11 February 2026 23:15 WIB
PT Semen Gresik gelar safety challenge dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026
11 February 2026 13:24 WIB
Pemkab Batang - PLTU tingkatkan kemampuan teknis nelayan perbaiki mesin kapal
10 February 2026 8:04 WIB
BPJS Ketenagakerjaan - Dinsos Jateng perkuat perlindungan bagi pekerja rentan
28 January 2026 22:39 WIB
Wabup Banyumas: BPJS Ketenagakerjaan berikan perlindungan nyata bagi pekerja informal
28 January 2026 16:46 WIB