Cafe Jamu beroperasi di Sukoharjo, pertama di Indonesia
Senin, 18 Maret 2019 17:08 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito (kanan) mendampingi Menko PMK Puan Maharani (kiri) saat meninjau Cafe Jamu di Pasar Nguter Sukoharjo, Senin. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)
Sukoharjo (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong dan mendukung para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jamu untuk naik bertahap sehingga dapat masuk ke peredaran obat tradisional secara formal.
BPOM mendapat arahan dari Menko PMK untukmendukung pelaku usaha jamu karena industri jamu di Indonesia sekitar 80 persen masih UMKM, kata Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito usai acara pembukaan Cafe Jamu di Pasar Nguter Sukoharjo, Jateng, Senin.
"Kami pastikan usaha jamu bisa segera naik bertingkat atau bertahap sehingga dapat masuk ke peredaran yang formal, salah satunya melalui Cafe Jamu ini," kata Penny Lukito.
Menurut Penny Lukito UMKM Jamu Indonesia diperkuat oleh BPOM dengan diberikan sertifikat dan mendapat pelatihan sehingga meningkat kemampuan cara membuat obat tradisional yang baik, higienis, dan sehat serta masuk dalam peredaran resmi.
Dia mengatakan BPOM melakukan pendampingan dengan dibukanya Cafe Jamu di Sukoharjo tersebut, dengan bekerja sama pelaku usaha jamu besar mendukung UMKM. BPOM menfasilitasi para pelaku usaha jamu gendong bisa memenuhi aspek yang sehat higienis, dan juga memberikan tempat menjual seperti di Cafe Jamu ini.
"Kami berharap ke depan dibukanya Cafe Jamu di Sukoharjo ini, yang pertama di Indonesia, sehingga dapat berkembang ke daerah-daerah lain di Tanah Air. Kami berharap Cafe Jamu Sukoharjo menjadi percontohan di Indonesia," katanya.
Menurut dia, hal tersebut hasil kerja sama antara pemerintah, industri, pelaku usaha, bapak angkat dari industri basar membantu UMKM untuk naik tingkat produksinya bisa dijual secara formal.
Pihaknya berharap UMKM jamu ke depan dapat ditiru pelaku usaha di tempat-tempat lain. Pihaknya nanti bisa memberikan informasi soal kafe jamu ini secara nasional.
Menurut dia, jadi bukan hanya orang tua atau usia dewasa yang mau meminum jamu ini karena sudah diramu menjadi riset yang baru dengan rasa lain yang disukai anak muda. Dan, ide jamu kombinasi ini, katanya, sangat bagus untuk membudayakan minum jamu.
"Melalui Cafe Jamu ini nantinya orang bisa franchise sehingga minuman bisa dijumpai di mana-mana," katanya.
Menurut dia, yang terpenting Cafe Jamu ini, pertama di Indonesia kerja sama antara Pemerintah Pusat, pemda, pelaku usaha yang kuat, para pelaku usaha jamu masih lemah, dan pelaku jamu gendong.
Dengan hal tersebut ini, kata dia, salah satunya juga bisa menekan peredaran jamu tidak resmi atau ilegal. BPOM tugasnya salah satunya melakukan penindakan peredaran jamu-jamu ilegal masih banyak baik dari China dan negara-negara lain.
"Kita harus memperkuat jamu dari Indonesia sendiri seperti pelaku UMKM, dan memberikan tempat untuk menjual yang didukung kita semua," katanya.
Menurut dia, jika pelaku usaha jamu sudah kuat dan konsumen juga menggemari minum jamu dalam negeri, sehingga jamu ilegal itu tidak ada yang mau membeli, maka akan hilang dengan sendiri dari peredaran.
BPOM mendapat arahan dari Menko PMK untukmendukung pelaku usaha jamu karena industri jamu di Indonesia sekitar 80 persen masih UMKM, kata Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito usai acara pembukaan Cafe Jamu di Pasar Nguter Sukoharjo, Jateng, Senin.
"Kami pastikan usaha jamu bisa segera naik bertingkat atau bertahap sehingga dapat masuk ke peredaran yang formal, salah satunya melalui Cafe Jamu ini," kata Penny Lukito.
Menurut Penny Lukito UMKM Jamu Indonesia diperkuat oleh BPOM dengan diberikan sertifikat dan mendapat pelatihan sehingga meningkat kemampuan cara membuat obat tradisional yang baik, higienis, dan sehat serta masuk dalam peredaran resmi.
Dia mengatakan BPOM melakukan pendampingan dengan dibukanya Cafe Jamu di Sukoharjo tersebut, dengan bekerja sama pelaku usaha jamu besar mendukung UMKM. BPOM menfasilitasi para pelaku usaha jamu gendong bisa memenuhi aspek yang sehat higienis, dan juga memberikan tempat menjual seperti di Cafe Jamu ini.
"Kami berharap ke depan dibukanya Cafe Jamu di Sukoharjo ini, yang pertama di Indonesia, sehingga dapat berkembang ke daerah-daerah lain di Tanah Air. Kami berharap Cafe Jamu Sukoharjo menjadi percontohan di Indonesia," katanya.
Menurut dia, hal tersebut hasil kerja sama antara pemerintah, industri, pelaku usaha, bapak angkat dari industri basar membantu UMKM untuk naik tingkat produksinya bisa dijual secara formal.
Pihaknya berharap UMKM jamu ke depan dapat ditiru pelaku usaha di tempat-tempat lain. Pihaknya nanti bisa memberikan informasi soal kafe jamu ini secara nasional.
Menurut dia, jadi bukan hanya orang tua atau usia dewasa yang mau meminum jamu ini karena sudah diramu menjadi riset yang baru dengan rasa lain yang disukai anak muda. Dan, ide jamu kombinasi ini, katanya, sangat bagus untuk membudayakan minum jamu.
"Melalui Cafe Jamu ini nantinya orang bisa franchise sehingga minuman bisa dijumpai di mana-mana," katanya.
Menurut dia, yang terpenting Cafe Jamu ini, pertama di Indonesia kerja sama antara Pemerintah Pusat, pemda, pelaku usaha yang kuat, para pelaku usaha jamu masih lemah, dan pelaku jamu gendong.
Dengan hal tersebut ini, kata dia, salah satunya juga bisa menekan peredaran jamu tidak resmi atau ilegal. BPOM tugasnya salah satunya melakukan penindakan peredaran jamu-jamu ilegal masih banyak baik dari China dan negara-negara lain.
"Kita harus memperkuat jamu dari Indonesia sendiri seperti pelaku UMKM, dan memberikan tempat untuk menjual yang didukung kita semua," katanya.
Menurut dia, jika pelaku usaha jamu sudah kuat dan konsumen juga menggemari minum jamu dalam negeri, sehingga jamu ilegal itu tidak ada yang mau membeli, maka akan hilang dengan sendiri dari peredaran.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang dorong Koperasi Merah Putih berkolaborasi dengan UMKM lokal
08 February 2026 20:44 WIB
UMS dorong daya saing UMKM Witpari Karanganyar lewat produksi modern dan pemasaran digital
08 February 2026 16:03 WIB
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS dorong transformasi pembelajaran digital melalui workshop Brisk AI di MIM Ngancar
06 February 2026 16:57 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dorong kepesertaan pekerja jasa konstruksi di Wonogiri
05 February 2026 15:06 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
PHRI Surakarta dorong peningkatan SDM di bidang perhotelan lewat lomba kompetensi
03 February 2026 17:53 WIB
FKIP UMS dorong transformasi digital, mahasiswa KKN gelar pelatihan AI di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri
02 February 2026 16:46 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
BCA Expoversary 2026 Semarang hadirkan beragam promo untuk kendaraan dan rumah
08 February 2026 20:42 WIB