Tulus bawakan 20 lagu dalam konsernya semalam
Kamis, 7 Februari 2019 9:46 WIB
Penyanyi Tulus dalam gelaran konser "Monokrom" di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Penyanyi Tulus menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) di Jakarta melalui gelaran konser "Monokrom" selama sekitar 2,5 jam, pada Rabu (6/2) malam.
Dalam konser yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB hingga 23.00 WIB itu, Tulus membawakan kurang lebih 20 lagu dari tiga album miliknya, Tulus (2011) antara lain " Kisah Sebentar", "Sewindu", "Tuan Nona Kesepian", "Jatuh Cinta" dan "Teman Hidup".
Lalu, lagu-lagu dalam album Gajah (2014) yakni "Baru", "Bumerang", "Sepatu", "Gajah", "Lagu Untuk Matahari" dan "Jangan Cintai Aku Apa Adanya".
Kemudian beberapa lagu dari album "Monokrom" antara lain "Manusia Kuat", "Pamit", "Ruang Sendiri", "Tukar Jiwa", "Tergila-gila"," Cahaya", "Langit Abu-abu","Mahakarya" dan "Monokrom".
Dia juga membawakan lagu-lagu tradisional Minangkabau yakni "Dinding Badinding" dan "Tak Tuntuang". Tulus mengatakan lagu ini sering dia dengar saat masa kecil di Bukitinggi, Sumatera Barat.
Selama konser berlangsung, Tulus selalu berusaha dekat dengan para penggemar yang tak hanya kaum hawa tetapi juga kaum adam, mulai dari melambaikan tangan, duduk di panggung dan mendekat ke penggemar hingga menyambut uluran tangan penggemar.
Penyanyi Tulus dalam gelaran konser "Monokrom" di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Dia bahkan seringkali berbincang dengan penonton bahkan berkisah mengenai kisah-kisah di balik lagu-lagu miliknya. Para pemusik yang mengiringinya juga tak ingin unjuk gigi. Permainan nada melalui alat musik masing-masing seperti banjo, biola hingga koper yang dijadikan semacam alat musik pukul sukses membuat penonton bertepuk tangan riuh.
Suasana konser juga terasa istimewa dengan hadirnya deretan boneka hasil kolaborasi Tulus dan teater boneka.
Ada satu boneka besar yang dia anggap mewakili sosok kakeknya.
"Sosok yang tidak pernah saya temui. Berikut lagu "Teman Hidup". Saya harap setiap mendengarkan lagu ini, teman-teman enggak merasa kesepian, sendirian. Selalu ada yang sayang sama teman-teman," kata Tulus.
Salah satu penggemar, Raka Lestari memuji upaya Tulus untuk bisa dekat dengan penggemar selama konser. Dia mengaku puas dan harapannya saat konser terwujud.
"Tulus seru banget karena dia engagement sama penontonnya bagus banget. Puas banget sama konsernya, sesuai ekspektasi bahkan lebih apalagi pas closing-nya," tutur perempuan asal Bogor itu.
Di sisi lain, Cecillia yang sudah berada di area konser sejak pukul 17.00 WIB itu menggambarkan penampilam Tulus dan konser semalam super menggelora.
Dalam konser yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB hingga 23.00 WIB itu, Tulus membawakan kurang lebih 20 lagu dari tiga album miliknya, Tulus (2011) antara lain " Kisah Sebentar", "Sewindu", "Tuan Nona Kesepian", "Jatuh Cinta" dan "Teman Hidup".
Lalu, lagu-lagu dalam album Gajah (2014) yakni "Baru", "Bumerang", "Sepatu", "Gajah", "Lagu Untuk Matahari" dan "Jangan Cintai Aku Apa Adanya".
Kemudian beberapa lagu dari album "Monokrom" antara lain "Manusia Kuat", "Pamit", "Ruang Sendiri", "Tukar Jiwa", "Tergila-gila"," Cahaya", "Langit Abu-abu","Mahakarya" dan "Monokrom".
Dia juga membawakan lagu-lagu tradisional Minangkabau yakni "Dinding Badinding" dan "Tak Tuntuang". Tulus mengatakan lagu ini sering dia dengar saat masa kecil di Bukitinggi, Sumatera Barat.
Selama konser berlangsung, Tulus selalu berusaha dekat dengan para penggemar yang tak hanya kaum hawa tetapi juga kaum adam, mulai dari melambaikan tangan, duduk di panggung dan mendekat ke penggemar hingga menyambut uluran tangan penggemar.
Penyanyi Tulus dalam gelaran konser "Monokrom" di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Dia bahkan seringkali berbincang dengan penonton bahkan berkisah mengenai kisah-kisah di balik lagu-lagu miliknya. Para pemusik yang mengiringinya juga tak ingin unjuk gigi. Permainan nada melalui alat musik masing-masing seperti banjo, biola hingga koper yang dijadikan semacam alat musik pukul sukses membuat penonton bertepuk tangan riuh.
Suasana konser juga terasa istimewa dengan hadirnya deretan boneka hasil kolaborasi Tulus dan teater boneka.
Ada satu boneka besar yang dia anggap mewakili sosok kakeknya.
"Sosok yang tidak pernah saya temui. Berikut lagu "Teman Hidup". Saya harap setiap mendengarkan lagu ini, teman-teman enggak merasa kesepian, sendirian. Selalu ada yang sayang sama teman-teman," kata Tulus.
Salah satu penggemar, Raka Lestari memuji upaya Tulus untuk bisa dekat dengan penggemar selama konser. Dia mengaku puas dan harapannya saat konser terwujud.
"Tulus seru banget karena dia engagement sama penontonnya bagus banget. Puas banget sama konsernya, sesuai ekspektasi bahkan lebih apalagi pas closing-nya," tutur perempuan asal Bogor itu.
Di sisi lain, Cecillia yang sudah berada di area konser sejak pukul 17.00 WIB itu menggambarkan penampilam Tulus dan konser semalam super menggelora.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah terbitkan surat edaran kewajiban pembayaran royalti lagu dan musik di ruang publik komersial
30 December 2025 14:35 WIB
Menkum : Pemerintah perkuat transparansi dan keadilan tata kelola royalti musik
02 November 2025 7:57 WIB
Warga Desa Pagerjurang Boyolali rayakan kemerdekaan dengan kibarkan bendera sepanjang 80 meter
15 August 2025 20:32 WIB
Terpopuler - Musik, Film, dan TV
Lihat Juga
Air Mata Di Ujung Sajadah 2 jadi momen produser film pulang ke kampung halaman
17 October 2025 13:26 WIB
"Menunggu Dijemput" dapat sambutan hangat di Madani International Film Festival 2025
16 October 2025 10:39 WIB