PDGI: Kesehatan gigi-mulut penduduk Indonesia jelek
Jumat, 25 Januari 2019 18:44 WIB
Ilustrasi - Seorang dokter melakukan pemeriksaan gigi kepada warga. (Foto ANTARA)
Semarang (Antaranews Jateng) - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sri Hananti Seno menyatakan kondisi kesehatan gigi dan mulut penduduk Indonesia mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Kesehatan gigi dan mulut penduduk Indonesia itu jelek dibanding lima tahun lalu, mungkin kerja kita, kerja pemerintah kurang maka kita minta dokter gigi melakukan bakti sosial memperbaiki dan edukasi ke masyarakat," katanya di Semarang, Jumat.
Ia menyebutkan indikasi menurunnya kondisi kesehatan gigi dan mulut itu antara lain, dulu kerusakan pada setiap orang hanya antara 4-5 gigi, namun kini rata-rata 7-8 gigi rusak per orang.
Kondisi tersebut diketahui melalui riset langsung yang dilakukan 2.562 dokter gigi yang dilakukan pada 2018 dan hasilnya akan keluar akhir 2019, namun hasil sementara dari riset wawancara diketahui sebesar 57,6 persen masyarakat Indonesia sakit gigi dan hanya 10,2 persen yang berobat ke dokter gigi.
"Tercatat sebesar 92 persen penduduk Indonesia mengalami kerusakan gigi," ujarnya.
Menurut dia, banyak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain, munculnya dokter gigi ilegal yang hanya bermodalkan pengetahuan dari media sosial Youtube atau mengikuti seminar yang kemudian mendapat sertifikat seminar.
Faktor lain, lanjut dia, yaitu pemerataan penempatan dokter gigi karena meski tercatat ada 30 ribu dokter gigi yang praktik, namun tidak merata terutama di daerah-daerah terpencil, dan kesadaran masyarakat untuk berobat ke dokter gigi juga dianggap masih kurang sehingga perlu diedukasi.
"Saya akan membuat program dengan pemerintah untuk meningkatkannya, entah nanti preventif atau lainnya," katanya.
"Kesehatan gigi dan mulut penduduk Indonesia itu jelek dibanding lima tahun lalu, mungkin kerja kita, kerja pemerintah kurang maka kita minta dokter gigi melakukan bakti sosial memperbaiki dan edukasi ke masyarakat," katanya di Semarang, Jumat.
Ia menyebutkan indikasi menurunnya kondisi kesehatan gigi dan mulut itu antara lain, dulu kerusakan pada setiap orang hanya antara 4-5 gigi, namun kini rata-rata 7-8 gigi rusak per orang.
Kondisi tersebut diketahui melalui riset langsung yang dilakukan 2.562 dokter gigi yang dilakukan pada 2018 dan hasilnya akan keluar akhir 2019, namun hasil sementara dari riset wawancara diketahui sebesar 57,6 persen masyarakat Indonesia sakit gigi dan hanya 10,2 persen yang berobat ke dokter gigi.
"Tercatat sebesar 92 persen penduduk Indonesia mengalami kerusakan gigi," ujarnya.
Menurut dia, banyak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain, munculnya dokter gigi ilegal yang hanya bermodalkan pengetahuan dari media sosial Youtube atau mengikuti seminar yang kemudian mendapat sertifikat seminar.
Faktor lain, lanjut dia, yaitu pemerataan penempatan dokter gigi karena meski tercatat ada 30 ribu dokter gigi yang praktik, namun tidak merata terutama di daerah-daerah terpencil, dan kesadaran masyarakat untuk berobat ke dokter gigi juga dianggap masih kurang sehingga perlu diedukasi.
"Saya akan membuat program dengan pemerintah untuk meningkatkannya, entah nanti preventif atau lainnya," katanya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKG UMS kukuhkan 22 Dokter Gigi baru, tiga periode beruntun catat kelulusan 100 persen one shot
05 December 2025 18:47 WIB
RSGM Soelastri kembali gelar pemeriksaan gigi gratis untuk masyarakat umum
22 October 2025 14:42 WIB
RSGM Soelastri UMS lantik direksi baru perkuat komitmen layanan dan edukasi kesehatan gigi
01 October 2025 16:57 WIB
Dari keluarga sederhana, Novita Dwi Lokasari wujudkan mimpi menjadi dokter gigi
22 May 2025 17:43 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB