Kopi Muria Kudus diperkenalkan ke mahasiswa asing
Jumat, 18 Januari 2019 16:47 WIB
KUDUS - Sejumlah mahasiswa dari luar negeri tengah mempraktikkan tata cara memilih biji kopi berkualitas yang layak dijadikan minuman kopi di kompleks perkebunan kopi Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (18/1). (FOTO: Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (Antaranews Jateng) - Sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai negara diperkenalkan Kopi Muria yang merupakan komoditas asli Kudus yang banyak ditemukan di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai sentra tanaman kopi.
Kegiatan pengenalan Kopi Muria yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat, dengan menghadirkan puluhan mahasiswa asing itu, atas prakarsa Universitas Muria Kudus (UMK).
Para mahasiswa yang mayoritas awam tentang tanaman kopi tersebut, mendapatkan kesempatan membuat kopi sendiri secara tradisional, dimulai dari proses pemilahan kopi yang berkualitas, menyangrai, penumbukan hingga membuat minuman kopi siap diminum.
Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang cara menanam bibit tanaman kopi yang dimulai dari tata cara pemotongan akar bibit kopi yang masih kecil sebelum dimasukkan ke dalam polibak hingga siap ditanam di ladang.
Puluhan mahasiswa yang berasal dari Vietnam, Afganistan, Thailand, Mesir, Filipina, Sudan, Tajikistan, dan Burundi itu juga mendapatkan pengetahuan tetang tata cara melakukan okulasi agar tanaman kopi yang berbuah jarang bisa menghasilkan kopi dengan produktivitas tinggi.
Menurut Kepala Urusan Internasional UMK Muntohar, kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara "Living In Asian" yang diselenggarakan oleh UMK.
Salah satu agendanya, yakni memperkenalkan Kopi Muria sebagai salah satu potensi lokal Kudus.
"Pengenalan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka tentang konsep Gusjigang, terutama untuk 'gang' atau dagang. Kemudian bagaimana masyarakat Kudus mengembangakan potensi," ujarnya.
Mahasiswa asing tersebut, kata dia, tidak sekadar mengetahui tentang Kopi Muria, melainkan mereka juga bisa mempraktikkan secara langsung, mulai dari menanam kopi hingga rostin kopi serta terakhir para mahasiswa ikut menikmati minuman kopi muria.
Dengan demikian, lanjut dia, merasakan pengalaman tersendiri yang belum pernah diperoleh di negaranya sendiri sekalipun.
Setelah diperkenalkan Kopi Muria, mereka akan diperkenalkan potensi lainnya, seperti batik Kudus dan beberapa komoditas unggulan lainnya.
Farhana, salah satu mahasiswa asal Turki mengakui memilah biji kopi, menggoreng hingga menumbuknya kemudian membuat minuman kopi sendiri merupakan pengalaman yang pertama kalinya.
Apalagi, lanjut dia, di negaranya tidak ada tanaman kopi, meskipun untuk penjual kopi memang ada.
"Melihat langsung tanaman kopi juga pengalaman yang pertama karena sebelumnya memang belum pernah," ujarnya.
Pernyataan senada juga diungkapkan Pham Thi Thao mahasiswa asal Vietnam mengaku sangat terkesan dengan Kota Kudus yang memiliki tanaman kopi.
Ia sangat mengapresiasi dengan komoditas tanaman kopi yang begitu melimpah di Kabupaten Kudus dan proses pembuatan minuman kopi yang masih tradisional.
Shaitsa Azimi mahasiswa asal Afghanistan juga mengaku kagum dengan pengenalan kopi muria karen tidak sekadar mendapatkan pengetahuan tentang tata cara membuat minuman kopi, melainkan juga ikuti praktik langsung menanam tanaman kopi muria.
Kegiatan pengenalan Kopi Muria yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat, dengan menghadirkan puluhan mahasiswa asing itu, atas prakarsa Universitas Muria Kudus (UMK).
Para mahasiswa yang mayoritas awam tentang tanaman kopi tersebut, mendapatkan kesempatan membuat kopi sendiri secara tradisional, dimulai dari proses pemilahan kopi yang berkualitas, menyangrai, penumbukan hingga membuat minuman kopi siap diminum.
Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang cara menanam bibit tanaman kopi yang dimulai dari tata cara pemotongan akar bibit kopi yang masih kecil sebelum dimasukkan ke dalam polibak hingga siap ditanam di ladang.
Puluhan mahasiswa yang berasal dari Vietnam, Afganistan, Thailand, Mesir, Filipina, Sudan, Tajikistan, dan Burundi itu juga mendapatkan pengetahuan tetang tata cara melakukan okulasi agar tanaman kopi yang berbuah jarang bisa menghasilkan kopi dengan produktivitas tinggi.
Menurut Kepala Urusan Internasional UMK Muntohar, kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara "Living In Asian" yang diselenggarakan oleh UMK.
Salah satu agendanya, yakni memperkenalkan Kopi Muria sebagai salah satu potensi lokal Kudus.
"Pengenalan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka tentang konsep Gusjigang, terutama untuk 'gang' atau dagang. Kemudian bagaimana masyarakat Kudus mengembangakan potensi," ujarnya.
Mahasiswa asing tersebut, kata dia, tidak sekadar mengetahui tentang Kopi Muria, melainkan mereka juga bisa mempraktikkan secara langsung, mulai dari menanam kopi hingga rostin kopi serta terakhir para mahasiswa ikut menikmati minuman kopi muria.
Dengan demikian, lanjut dia, merasakan pengalaman tersendiri yang belum pernah diperoleh di negaranya sendiri sekalipun.
Setelah diperkenalkan Kopi Muria, mereka akan diperkenalkan potensi lainnya, seperti batik Kudus dan beberapa komoditas unggulan lainnya.
Farhana, salah satu mahasiswa asal Turki mengakui memilah biji kopi, menggoreng hingga menumbuknya kemudian membuat minuman kopi sendiri merupakan pengalaman yang pertama kalinya.
Apalagi, lanjut dia, di negaranya tidak ada tanaman kopi, meskipun untuk penjual kopi memang ada.
"Melihat langsung tanaman kopi juga pengalaman yang pertama karena sebelumnya memang belum pernah," ujarnya.
Pernyataan senada juga diungkapkan Pham Thi Thao mahasiswa asal Vietnam mengaku sangat terkesan dengan Kota Kudus yang memiliki tanaman kopi.
Ia sangat mengapresiasi dengan komoditas tanaman kopi yang begitu melimpah di Kabupaten Kudus dan proses pembuatan minuman kopi yang masih tradisional.
Shaitsa Azimi mahasiswa asal Afghanistan juga mengaku kagum dengan pengenalan kopi muria karen tidak sekadar mendapatkan pengetahuan tentang tata cara membuat minuman kopi, melainkan juga ikuti praktik langsung menanam tanaman kopi muria.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa Undip gegar otak diduga korban aniaya teman sekampus minta kepastian hukum
05 March 2026 0:41 WIB
Tingkatkan minat belajar, mahasiswa UMS hadirkan Fun Math di ICC Ladang Kosma Malaysia
04 March 2026 12:45 WIB
Kembangkan material ramah lingkungan pengganti kayu, Mahasiswa UMS raih perunggu pada AISEEF 2026
28 February 2026 13:22 WIB
Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS perkuat kemampuan Bahasa Inggris siswa lewat English Literature Club
28 February 2026 13:18 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Bupati Temanggung ungkap 20 persen opsen PKB untuk peningkatan infrastruktur
28 February 2026 1:42 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB