Banyumas kembangkan 40 hektare lahan mina padi
Senin, 26 Maret 2018 15:32 WIB
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Sugiyatno. (Foto: Dok. Humas Pemkab Banyumas)
Purwokerto (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menargetkan luas lahan untuk kegiatan mina padi pada 2018 mencapai 40 hektare guna meningkatkan produksi perikanan budi daya, kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Banyumas Sugiyatno.
"Budi daya ikan dengan sistem mina padi merupakan `combined and integrated farming` antara budi daya ikan dan budi daya padi di sawah," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
Ia mengatakan daerah yang akan dikembangkan untuk mina padi meliputi beberapa kecamatan, antara lain Ajibarang, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Kembaran, Kemranjen, dan Sumpiuh.
Menurut dia, kegiatan mina padi pada 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ditujukan untuk pembesaran, bukan pembenihan seperti yang selama ini dikembangkan.
Dalam hal ini, kata dia, di sekitar pematang akan ada lahan lebih kurang satu meter untuk kolam.
Ia meyakini melalui mina padi, produktivitas sawah maupun ikan akan meningkat dan ramah lingkungan, baik dari padi yang dihasilkan maupun hasil panen dari ikan.
"Selain itu, mina padi juga dipercaya akan mencegah hama tanaman padi seperti tikus dan sebagainya karena di sekitar ada kolam airnya," kata Sugiyatno.
Ia mengatakan produksi mina padi yang makin meningkat juga akan berpengaruh terhadap inovasi seperti dalam pengelolaan air yang efisien.
Menurut dia, penggunaan pestisida dan obat-obatan maupun pupuk kimia juga dapat dikurangi dan serangan hama pun makin rendah.
"Yang pasti, petani mendapatkan tambahan pendapatan dari ikan yang dibudidayakan," katanya.
Ia mengakui petani Banyumas agak terlambat dibandingkan dengan daerah lain karena mina padi belum dianggap penambah penghasilan.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi dan mengajak para petani untuk belajar ke daerah yang telah maju dalam budi daya mina padinya.
"Budi daya ikan dengan sistem mina padi merupakan `combined and integrated farming` antara budi daya ikan dan budi daya padi di sawah," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
Ia mengatakan daerah yang akan dikembangkan untuk mina padi meliputi beberapa kecamatan, antara lain Ajibarang, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Kembaran, Kemranjen, dan Sumpiuh.
Menurut dia, kegiatan mina padi pada 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ditujukan untuk pembesaran, bukan pembenihan seperti yang selama ini dikembangkan.
Dalam hal ini, kata dia, di sekitar pematang akan ada lahan lebih kurang satu meter untuk kolam.
Ia meyakini melalui mina padi, produktivitas sawah maupun ikan akan meningkat dan ramah lingkungan, baik dari padi yang dihasilkan maupun hasil panen dari ikan.
"Selain itu, mina padi juga dipercaya akan mencegah hama tanaman padi seperti tikus dan sebagainya karena di sekitar ada kolam airnya," kata Sugiyatno.
Ia mengatakan produksi mina padi yang makin meningkat juga akan berpengaruh terhadap inovasi seperti dalam pengelolaan air yang efisien.
Menurut dia, penggunaan pestisida dan obat-obatan maupun pupuk kimia juga dapat dikurangi dan serangan hama pun makin rendah.
"Yang pasti, petani mendapatkan tambahan pendapatan dari ikan yang dibudidayakan," katanya.
Ia mengakui petani Banyumas agak terlambat dibandingkan dengan daerah lain karena mina padi belum dianggap penambah penghasilan.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi dan mengajak para petani untuk belajar ke daerah yang telah maju dalam budi daya mina padinya.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disnakkan Boyolali belum temukan kasus rabies karena gigitan hewan
13 September 2024 15:40 WIB, 2024
Pemkab Boyolali terus lakukan vaksinasi cegah antraks pada ternak sapi
07 September 2023 9:46 WIB, 2023