Indonesia targetkan empat emas APG 2018
Senin, 15 Januari 2018 18:54 WIB
Atlet Nasional NPC peraih medali emas di Malaysia cabang olahraga atletik, Doni Zuliyanto, saat ikut sosialisasi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018 di Solo Grand Mall, Kamis. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)
Solo (Antaranews Jateng) - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menargetkan empat medali emas cabang bulu tangkis pada pesta olahraga Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Oktober mendatang.
"Untuk cabang bulu tangkis, kami mempersiapkan 22 atlet putra dan putri dengan target bisa merebut empat medali emas pada tingkat Asia," kata Asisten Pelatih Bulu Tangkis NPC Indonesia Jarot Hernowo di Solo, Senin.
Ia mengatakan 22 atlet bulu tangkis tersebut terdiri atas 17 putra dan lima putri. Mereka menjalani pelatnas APG di GOR Sritex Hall B dan GOR Manahan Solo selama 10 bulan.
Setelah menjalani latihan umum dalam pelatnas tersebut, para atlet selama tiga bulan kemudian mengikuti latihan khusus, dan yang terakhir latihan kompetisi.
Jarot menjelaskan target empat emas itu berdasarkan perolehan medali pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, yakni delapan emas. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Hari Susanto, pada APG Malaysia berhasil merebut tiga emas, sedangkan Suryo Nugroho, Diva, dan di bagian putri, Ratri, diharapkan menyumbang emas bagi Indonesia.
"NPC Indonesia di tingkat Asia Tenggara bulu tangkis berhasil merebut delapan emas, dan kini Asia persaingan akan lebih berat, terutama atlet Tiongkok, Jepang, Korea, dan Malaysia. Namun, kami optimistis empat emas dapat diraih APG di Jakarta," katanya.
Ia menjelaskan para atlet bulu tangkis yang kini sudah menjalani pelatnas akan bekerja lebih keras dengan mengoptimalkan latihan, baik teknik maupun stamina, guna mengimbangi atlet-atlet dari tingkat Asia.
Warining Rahayu, atlet nasional bulu tangkis NPC Indonesia, mengaku akan fokus turun pada nomor tunggal putri oper 5 pada APG 2018.
"Saya harus bekerja keras mengikuti latihan pada pelatnas di Solo untuk bisa bersaing dengan atlet-atlet tingkat Asia," kata atlet asal Jabar yang meroleh medali emas pada APG 2017 Malaysia itu.
Ia mengaku masih banyak yang perlu dibenahi terkait dengan keikutsertaannya dalam pelatnas tersebut, antara lain teknik, peningkatan stamina, dan akurasi penempatan bola.
"Saya hanya berhasil merebut perunggu di Asian Youth Para Games 2017 di Dubai. Saya mengakui keunggulan atlet dari Tiongkok dan Jepang," katanya.
"Untuk cabang bulu tangkis, kami mempersiapkan 22 atlet putra dan putri dengan target bisa merebut empat medali emas pada tingkat Asia," kata Asisten Pelatih Bulu Tangkis NPC Indonesia Jarot Hernowo di Solo, Senin.
Ia mengatakan 22 atlet bulu tangkis tersebut terdiri atas 17 putra dan lima putri. Mereka menjalani pelatnas APG di GOR Sritex Hall B dan GOR Manahan Solo selama 10 bulan.
Setelah menjalani latihan umum dalam pelatnas tersebut, para atlet selama tiga bulan kemudian mengikuti latihan khusus, dan yang terakhir latihan kompetisi.
Jarot menjelaskan target empat emas itu berdasarkan perolehan medali pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, yakni delapan emas. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Hari Susanto, pada APG Malaysia berhasil merebut tiga emas, sedangkan Suryo Nugroho, Diva, dan di bagian putri, Ratri, diharapkan menyumbang emas bagi Indonesia.
"NPC Indonesia di tingkat Asia Tenggara bulu tangkis berhasil merebut delapan emas, dan kini Asia persaingan akan lebih berat, terutama atlet Tiongkok, Jepang, Korea, dan Malaysia. Namun, kami optimistis empat emas dapat diraih APG di Jakarta," katanya.
Ia menjelaskan para atlet bulu tangkis yang kini sudah menjalani pelatnas akan bekerja lebih keras dengan mengoptimalkan latihan, baik teknik maupun stamina, guna mengimbangi atlet-atlet dari tingkat Asia.
Warining Rahayu, atlet nasional bulu tangkis NPC Indonesia, mengaku akan fokus turun pada nomor tunggal putri oper 5 pada APG 2018.
"Saya harus bekerja keras mengikuti latihan pada pelatnas di Solo untuk bisa bersaing dengan atlet-atlet tingkat Asia," kata atlet asal Jabar yang meroleh medali emas pada APG 2017 Malaysia itu.
Ia mengaku masih banyak yang perlu dibenahi terkait dengan keikutsertaannya dalam pelatnas tersebut, antara lain teknik, peningkatan stamina, dan akurasi penempatan bola.
"Saya hanya berhasil merebut perunggu di Asian Youth Para Games 2017 di Dubai. Saya mengakui keunggulan atlet dari Tiongkok dan Jepang," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang - PLTU tingkatkan kemampuan teknis nelayan perbaiki mesin kapal
10 February 2026 8:04 WIB
Pemkab Batang salurkan bantuan pangan bagi 6 ribu keluarga nelayan terdampak banjir
06 February 2026 13:19 WIB
Para siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat belajar hidup di desa lewat kegiatan live in
03 February 2026 17:26 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB
DLH Boyolali beri Abhinawa Anugraha untuk para pengelola lingkungan hidup
16 December 2025 11:45 WIB
Indonesia raih enam medali emas pada Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
02 November 2025 17:28 WIB
Tim Indonesia berpeluang raih banyak medali pada Polytron Indonesia Para Badminton Internasional
01 November 2025 17:34 WIB
Terpopuler - Atletik
Lihat Juga
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Gubernur: Borobudur Marathon masuk dalam Elite Label jadikan Jateng ikon marathon dunia
16 November 2025 17:35 WIB