BPS: Acara Presiden Jokowi Mantu Dorong Inflasi
Senin, 4 Desember 2017 19:21 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS)
Solo, ANTARA JATENG - Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta menyatakan acara pernikahan anak kedua Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, yang diselenggarakan November 2017 mendorong inflasi di daerah itu.
"Salah satu faktor yang mengakibatkan inflasi adalah banyaknya tamu yang berkunjung ke Solo hingga membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, salah satunya tiket pesawat," kata Kepala BPS Kota Solo R Bagus Rahmat Susanto di Solo, Senin.
Ia mengatakan berdasarkan catatan BPS, pada November 2018, Kota Solo mengalami inflasi 0,15 persen. Inflasi tersebut meningkat dari periode bulan Oktober 2017 yang tercatat 0,01 persen.
Menurut dia, dari sepuluh komoditas utama yang mendorong laju inflasi itu, penyumbang tertinggi berasal dari tiket angkutan udara mengingat sektor tersebut mengalami perubahan harga sekitar 5,70 persen.
"Kenaikan ini memberikan andil terhadap laju inflasi sebesar 0,05 persen," katanya.
Menurut dia, selain kenaikan tarif angkutan umum dalam hal ini tiket pesawat, melonjaknya angka inflasi di Kota Solo terjadi karena beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam ras, mi, bawang merah, gas elpiji, bawang putih, petai, labu siam dan bayam segar," katanya.
Sementara itu, meski pada November 2017 angka inflasi naik, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, periode saat ini masih lebih rendah.
"Lebih rendah karena tercatat pada November 2016 angka inflasi Solo mencapai 0,60 persen," katanya.
"Salah satu faktor yang mengakibatkan inflasi adalah banyaknya tamu yang berkunjung ke Solo hingga membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, salah satunya tiket pesawat," kata Kepala BPS Kota Solo R Bagus Rahmat Susanto di Solo, Senin.
Ia mengatakan berdasarkan catatan BPS, pada November 2018, Kota Solo mengalami inflasi 0,15 persen. Inflasi tersebut meningkat dari periode bulan Oktober 2017 yang tercatat 0,01 persen.
Menurut dia, dari sepuluh komoditas utama yang mendorong laju inflasi itu, penyumbang tertinggi berasal dari tiket angkutan udara mengingat sektor tersebut mengalami perubahan harga sekitar 5,70 persen.
"Kenaikan ini memberikan andil terhadap laju inflasi sebesar 0,05 persen," katanya.
Menurut dia, selain kenaikan tarif angkutan umum dalam hal ini tiket pesawat, melonjaknya angka inflasi di Kota Solo terjadi karena beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam ras, mi, bawang merah, gas elpiji, bawang putih, petai, labu siam dan bayam segar," katanya.
Sementara itu, meski pada November 2017 angka inflasi naik, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, periode saat ini masih lebih rendah.
"Lebih rendah karena tercatat pada November 2016 angka inflasi Solo mencapai 0,60 persen," katanya.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
Luasan panen padi Jateng diperkirakan naik 115,98 ribu ha dibanding tahun sebelumnya
04 November 2025 8:33 WIB
BPS minta masyarakat jawab jujur dan akurat saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
30 October 2025 16:58 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pemprov Jateng sebut kawasan industri jadi magnet investasi tanamkan modali
12 February 2026 20:33 WIB
Pemprov Jateng siapkan perawatan rutin jaga nyala Api Abadi Mrapen tidak meredup
12 February 2026 19:54 WIB
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB