Semarang, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpendapat bahwa kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan yang direncanakan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi bisa diterapkan asal dilakukan secara gradual atau bertahap.

"Mungkin yang bisa dilakukan dan paling bijaksana adalah gradual, pilihan dulu saja sambil uji coba," katanya usai meninjau pemantauan dan pengawasan Penerimaan Peserta Didik Baru secara "online" di ruang "call center" kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu.

Ganjar mengaku sempat "di-bully" saat Pemprov Jateng melakukan uji coba kebijakan sekolah lima hari pada tingkat SMA dan SMK pada 2016.

"Sebenarnya `problemnya` itu kalau yang sudah saya rasakan adalah mengenai transportasi, terutama di pedesaan karena kalau di perkotaan sudah siap," ujarnya.

Menurut Ganjar, pemerintah pusat harus mengakomodasi keresahan yang ada di masyarakat terkait penerapan kebijakan sekolah lima hari, termasuk menginternalisasi pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan.

"Mohon Pak Menteri bisa mempertimbangkan hal-hal itu sehingga (kebijakan sekolah lima hari) bisa berjalan dengan baik, di Jateng yang SMA-SMK sudah jalan," katanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi segera menerapkan kebijakan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah mulai tahun ajaran 2017/2018.

Kebijakan itu merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menitikberatkan lima nilai utama yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.