Novel Baswedan Sudah Diintai Sejak beberapa hari lalu
Selasa, 11 April 2017 15:42 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/12). (ANTARA FOTO/Reno Esnir )
Jakarta, ANTARA JATENG - Tim Investigasi Masyarakat Sipil menyimpulkan
bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah
diintai sejak beberapa hari lalu sebelum kejadian penyiraman air keras
yang terjadi pada Selasa Subuh.
"Novel keluar dari masjid di tengah jamaah belum semuanya benar-benar keluar dari masjid, jadi Novel keluar dari masjid di tengah doa dan dzikir masih berlangsung. Artinya tidak banyak jamaah yang keluar bersamaan dengan Novel," kata Haris Azhar, anggota Tim Investigasi Masyarakat Sipil di gedung KPK, Jakarta, Selasa.
Saat itu, kata dia, situasi masih gelap di mana pelaku menggunakan motor dan helm kemudian penyerangan dengan air keras langsung diarahkan ke muka dan mata dengan sekali siraman.
"Novel, sesaat setelah diserang dengan siraman itu langsung membuka baju panjangnya, lari mencari air dan teriak minta tolong. Novel, saat baru disiram itu posisinya masih sendiri. Jamaah yang di dalam masjid mendengar teriakan Novel ketika teriak minta tolong, semula Novel mengira bahwa penyerang adalah tetangga yang akan menyapa Novel," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan tetangga Novel dalam beberapa hari terakhir sudah memiliki informasi bahwa ada orang-orang yang mencurigakan atau asing di sekitar tempat tinggal Novel.
"Oang-orang tidak dikenal itu sudah berada di sekitar Novel sejak berhari-hari bahkan sampai pada aktivitas ibadah shalat yang dijalankan Novel," kata Haris yang juga Koordinator KontraS itu.
Selanjutnya, pasca-penyerangan itu, Haris mengatakan bahwa Novel meminta istrinya melakukan hubungan telepon dengan beberapa orang, namun tidak banyak yang bisa dihubungi.
Lebih lanjut, ia menduga penyerang memiliki informasi yang sangat detil atas aktivitas Novel sampai ke aktivitas personal.
"Serangan dilakukan secara profesional diarahkan secara spesifik ke arah mata dan muka Novel. Serangan dilakukan dengan terorganisir dengan pembagian tugas yang sangat spesifik," kata Haris.
Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras sepulang sholat subuh pada Selasa.
"Benar Novel Baswedan disiram air keras, untuk sementara masih dalam perawatan," kata adik Novel, Taufik Baswedan, saat dikonfirmasi oleh Antara.
Istri Novel mengatakan suaminya disiram air keras di dekat rumah, dua rumah dari rumahnya.
Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menengok ke belakang.
"Air keras mengenai wajah," tambah Taufik.
Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata. Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar.
"Tidak ada luka lain," ungkap Taufik.
Meski demikian Novel mungkin butuh menjalani perawatan inap di rumah sakit menurut Taufik.
Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E).
"Novel keluar dari masjid di tengah jamaah belum semuanya benar-benar keluar dari masjid, jadi Novel keluar dari masjid di tengah doa dan dzikir masih berlangsung. Artinya tidak banyak jamaah yang keluar bersamaan dengan Novel," kata Haris Azhar, anggota Tim Investigasi Masyarakat Sipil di gedung KPK, Jakarta, Selasa.
Saat itu, kata dia, situasi masih gelap di mana pelaku menggunakan motor dan helm kemudian penyerangan dengan air keras langsung diarahkan ke muka dan mata dengan sekali siraman.
"Novel, sesaat setelah diserang dengan siraman itu langsung membuka baju panjangnya, lari mencari air dan teriak minta tolong. Novel, saat baru disiram itu posisinya masih sendiri. Jamaah yang di dalam masjid mendengar teriakan Novel ketika teriak minta tolong, semula Novel mengira bahwa penyerang adalah tetangga yang akan menyapa Novel," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan tetangga Novel dalam beberapa hari terakhir sudah memiliki informasi bahwa ada orang-orang yang mencurigakan atau asing di sekitar tempat tinggal Novel.
"Oang-orang tidak dikenal itu sudah berada di sekitar Novel sejak berhari-hari bahkan sampai pada aktivitas ibadah shalat yang dijalankan Novel," kata Haris yang juga Koordinator KontraS itu.
Selanjutnya, pasca-penyerangan itu, Haris mengatakan bahwa Novel meminta istrinya melakukan hubungan telepon dengan beberapa orang, namun tidak banyak yang bisa dihubungi.
Lebih lanjut, ia menduga penyerang memiliki informasi yang sangat detil atas aktivitas Novel sampai ke aktivitas personal.
"Serangan dilakukan secara profesional diarahkan secara spesifik ke arah mata dan muka Novel. Serangan dilakukan dengan terorganisir dengan pembagian tugas yang sangat spesifik," kata Haris.
Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras sepulang sholat subuh pada Selasa.
"Benar Novel Baswedan disiram air keras, untuk sementara masih dalam perawatan," kata adik Novel, Taufik Baswedan, saat dikonfirmasi oleh Antara.
Istri Novel mengatakan suaminya disiram air keras di dekat rumah, dua rumah dari rumahnya.
Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menengok ke belakang.
"Air keras mengenai wajah," tambah Taufik.
Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata. Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar.
"Tidak ada luka lain," ungkap Taufik.
Meski demikian Novel mungkin butuh menjalani perawatan inap di rumah sakit menurut Taufik.
Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E).
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jaksa menyebut eksepsi kasus mantan Dirut Bank Jateng sudah masuk pokok perkara
13 January 2026 8:28 WIB
Akses ke Desa Tempur Jepara sudah terbuka dan pasokan listrik kembali menyala
12 January 2026 11:09 WIB
Gubernur Jateng tegaskan polemik tambang di lereng Slamet sudah ditangani
12 December 2025 20:29 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
Polda Metro Jaya benarkan dua laporan terhadap Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin
29 January 2026 9:18 WIB
Kasus meninggalnya dua penjambret, Komisi III DPR minta Kejari Sleman hentikan perkara Hogi Minaya
28 January 2026 16:28 WIB