Big Data Bantu Konsumsi Konten
Senin, 20 Maret 2017 17:22 WIB
Logo UC News. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
Jakarta, ANTARA JATENG - Teknologi big data, menurut distributor konten
UC News We-Media, dapat mengubah konsumsi konten maupun cara distribusi
konten dan cara konsumen menikmatinya.
"Teknologi big data kunci perkembangan," kata Senior Business Development Manager UC News We-Media, Ghanniy Fitra, saat jumpa pers, di Jakarta, Senin.
Big data berguna untuk membaca dan menganalisa konten. Mesin akan menganalisa pola konsumsi pengguna konten untuk menemukan bacaan yang cocok di waktu yang tepat.
Selain itu, big data juga bisa menjadi acuan kreator dalam membuat konten, dengan memanfaatkan kata kunci apa yang paling sering dicari.
Big data juga berperan dalam menyaring kualitas konten, misalnya menemukan konten duplikasi hingga hoax.
Pengamat informasi dan telematika, Onno W Purbo, saat ditemui di acara yang sama, berpendapat teknologi big data sudah cukup lama digunakan di Indonesia, misalnya untuk menganalisis tren sebuah merk di internet.
Tetapi, kendalanya, big data membutuhkan investasi sangat besar.
Selain kendala finansial, secara teknis, Purbo menyebutkan, masih jarang piranti lunak yang dapat digunakan untuk menganalisa data dalam bahasa Indonesia. "Kita masih kurang sekali peneliti yang mengembangkan software seperti itu," kata Onno.
"Teknologi big data kunci perkembangan," kata Senior Business Development Manager UC News We-Media, Ghanniy Fitra, saat jumpa pers, di Jakarta, Senin.
Big data berguna untuk membaca dan menganalisa konten. Mesin akan menganalisa pola konsumsi pengguna konten untuk menemukan bacaan yang cocok di waktu yang tepat.
Selain itu, big data juga bisa menjadi acuan kreator dalam membuat konten, dengan memanfaatkan kata kunci apa yang paling sering dicari.
Big data juga berperan dalam menyaring kualitas konten, misalnya menemukan konten duplikasi hingga hoax.
Pengamat informasi dan telematika, Onno W Purbo, saat ditemui di acara yang sama, berpendapat teknologi big data sudah cukup lama digunakan di Indonesia, misalnya untuk menganalisis tren sebuah merk di internet.
Tetapi, kendalanya, big data membutuhkan investasi sangat besar.
Selain kendala finansial, secara teknis, Purbo menyebutkan, masih jarang piranti lunak yang dapat digunakan untuk menganalisa data dalam bahasa Indonesia. "Kita masih kurang sekali peneliti yang mengembangkan software seperti itu," kata Onno.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB