61 persen Pengguna Internet Indonesia ikut Harbolnas 2016
Selasa, 20 Desember 2016 10:19 WIB
(Dari kiri ke kanan) CEO Lion Parcel Gunardi, Country General Manager & Co-founder ShopBack Indonesia Indra Yonathan, Director Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri dan Ketua Panitia Harbolnas 2016 Miranda Suwanto, dalam temu media laporan pasca Harbolnas
Jakarta Antara Jateng - Gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 telah diselenggarakan pada 12-14 Desember 2016.
Dalam tiga hari perhelatannya, acara yang diramaikan oleh 211 e-commerce itu dilaporkan diikuti oleh 61 persen pengguna internet Indonesia.
"Yang menarik di Harbolnas 2016, 61 persen pengguna internet melakukan belanja online, meningkat 11 persen dari tahun lalu," kata Rusdy Sumantri, Director Nielsen Indonesia, dalam temu media di Jakarta, Senin.
Survey yang dilakukan lembaga riset Nielsen dalam Harbolnas 2016 juga mengungkapkan bahwa gelaran akbar belanja online tersebut membawa dampak sekitar Rp 3,3 triliun selama tiga hari penyelenggaraannya.
"Dan, menurut analisa kami, penjualan Harbolnas sudah mencapai 3,9 kali lebih tinggi dari penjualan setiap hari (regular sales)," ujar Rusdy.
Survey Nielsen juga melihat kecenderungan Harbolnas 2016 di mana persentase belanja kebutuhan sehari-hari meningkat dibanding tahun sebelumnya, serta belanja fashion dan kosmetik.
"Sebanyak 53 persen sudah tahu produk apa yang dibeli, 34 persen tidak tahu mau beli apa tapi ingin membeli Harbolnas," kata Rusdy.
"Yang menjadi faktor pendorong utama 90 persen adalah diskon yang ditawarkan, selanjutnya free ongkir, voucher dan cashback," sambung dia.
Harbolnas 2016 juga lebih banyak diikuti oleh laki-laki dibanding perempuan yaitu 61 persen dengan rentan usia 35 sampai 44 tahun.
Hal lain yang menurut Rusdy menarik adalah Harbolnas 2016 berhasil mengundang kelas menengah dan bawah di mana ekonomi sosial kelas C dan D meningkat.
Dalam tiga hari perhelatannya, acara yang diramaikan oleh 211 e-commerce itu dilaporkan diikuti oleh 61 persen pengguna internet Indonesia.
"Yang menarik di Harbolnas 2016, 61 persen pengguna internet melakukan belanja online, meningkat 11 persen dari tahun lalu," kata Rusdy Sumantri, Director Nielsen Indonesia, dalam temu media di Jakarta, Senin.
Survey yang dilakukan lembaga riset Nielsen dalam Harbolnas 2016 juga mengungkapkan bahwa gelaran akbar belanja online tersebut membawa dampak sekitar Rp 3,3 triliun selama tiga hari penyelenggaraannya.
"Dan, menurut analisa kami, penjualan Harbolnas sudah mencapai 3,9 kali lebih tinggi dari penjualan setiap hari (regular sales)," ujar Rusdy.
Survey Nielsen juga melihat kecenderungan Harbolnas 2016 di mana persentase belanja kebutuhan sehari-hari meningkat dibanding tahun sebelumnya, serta belanja fashion dan kosmetik.
"Sebanyak 53 persen sudah tahu produk apa yang dibeli, 34 persen tidak tahu mau beli apa tapi ingin membeli Harbolnas," kata Rusdy.
"Yang menjadi faktor pendorong utama 90 persen adalah diskon yang ditawarkan, selanjutnya free ongkir, voucher dan cashback," sambung dia.
Harbolnas 2016 juga lebih banyak diikuti oleh laki-laki dibanding perempuan yaitu 61 persen dengan rentan usia 35 sampai 44 tahun.
Hal lain yang menurut Rusdy menarik adalah Harbolnas 2016 berhasil mengundang kelas menengah dan bawah di mana ekonomi sosial kelas C dan D meningkat.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah beri diskon 50 persen untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sektor transportasi
31 January 2026 16:58 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB