Rusunawa Solusi Pemenuhan Hunian Warga Kurang Mampu
Kamis, 1 September 2016 8:21 WIB
Pekerja menyambung saluran air saat menyelesaikan proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Untuh Warga (Rusunawa) di Desa Nguwet, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (25/9). Pemkab Temanggung bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum membang
Temanggung, Antara Jateng - Semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia maka bertambah banyak pula kebutuhan rumah atau hunian yang harus disediakan.
Pemerintah terus berusaha mencukupi kebutuhan hunian tersebut dengan membangun perumahan maupun rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 2014-2015 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat membangun tiga rusunawa, yakni di Kranggan, Kertosari, dan Parakan Kauman. Kemudian tahun ini membangun lagi rusunawa di Parakan Wetan.
Rusunawa Parakan Kauman dengan 96 hunian dan Rusunawa Kertosari sebanyak 46 hunian telah diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basoeki Hadimoeljono, Rabu.
Sedangkan Rusunawa Kranggan saat ini belum diresmikan dan karena belum siap dihuni dan harus ada perbaikan di beberapa titik.
Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengatakan pembangunan rusunawa bertujuan untuk menyediakan rumah bagi warga, terutama keluarga kurang mampu yang belum memiliki rumah.
Ia mengatakan saat ini banyak warga kalangan keluarga kurang mampu yang belum memiliki rumah layak huni.
Oleh karena itu, katanya Pemkab Temanggung membangun sarana perumahan model rusunawa dengan berbagai fasilitas sehingga layak sebagai tempat hunian. Anggaran pembangunannya bersumber dari bantuan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat.
Ia mengatakan sambuatan masyarakat baik sekali dengan pembangunan rusunawa tersebut, di Rusunawa Parakan Kauman dari kuota 96 hunian, ternyata pendaftarnya 150 orang lebih maka harus dilakukan seleksi agar pemanfaatannya tepat sasaran.
"Tingginya minat warga menghuni rusunawa di Kecamatan Parakan, maka kami mengajukan lagi pembangunan rusunawa di Parakan Wetan dengan daya tampung 96 hunian yang kini dalam proses pembangunan," katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan rusunawa di Kabupaten temanggung merupakan salah satu wujud program penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan dengan pendekatan peremajaan kota yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan permukiman dan mengurangi luasan kumuh di perkotaan.
Selain itu, untuk dapat lebih meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan bagi warga berpenghasilan rendah.
Ia menuturkan pembangunan rusunawa diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan yang berpotensi sebagai kawasan perniagaan dan jasa di pusat kota yang saat ini masih dipenuhi dengan kantong-kantong kumuh, terutama di sekitar kawasan Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan.
"Permukiman kumuh itulah yang akan ditata agar masyarakat dapat hidup pada lingkungan permukiman yang layak dan berkelanjutan," katanya.
Seorang calon penghuni Rusunawa Parakan Kauman, Evi Agustina (29) yang telah menerima kunci pintu hunian dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basoeki Hadimoeljono dalam peresmian rusunawa tersebut mengatakan dirinya memilih tinggal di rusanawa karena ingin hidup mandiri dengan suaminya.
"Selama ini kami tinggal di rumah orang tua dan kami ingin hidup mandiri dengan tinggal di rusunawa," kata ibu rumah tangga tersebut.
Evi yang suaminya bekerja sebagai sopir bus pariwisata tersebut memilih tinggal di rusunawa karena harga sewa lebih murah dibanding kontrak rumah.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basoeki Hadimoeljono mengatakan pada tahun ini pemerintah membangun sebanyak 20.000 hunian rusunawa dengan nilai sekitar Rp9 triliun.
"Selain itu, juga membangun hunian melalui Bank Tabungan Negara (BTN) dengan nilai Rp12 triliun," katanya.
Ia mengatakan pemerintah akan terus berupaya menyediakan hunian bagi masyarakat. Saat ini di Kabupaten Temanggung juga tengah dibangun lagi Rusunawa Parakan Wetan dengan 96 hunian.
Ia menuturkan rusunawa yang dibangun tahun ini dilengkapi dengan listrik, air, dan mebelair, sedangkan program lama tidak ada mebelair.
Basoeki mengingatkan tentang kesiapan mental bagi penghuni rusunawa, karena tinggal dengan hunian vertikal berbeda dengan hunian horizontal. Salah satu kuncinya adalah sikap toleransi.
"Tinggal di rusunawa akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak simpati, empati agar tinggal di rusun dengan nyaman," katanya.
Pemerintah terus berusaha mencukupi kebutuhan hunian tersebut dengan membangun perumahan maupun rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 2014-2015 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat membangun tiga rusunawa, yakni di Kranggan, Kertosari, dan Parakan Kauman. Kemudian tahun ini membangun lagi rusunawa di Parakan Wetan.
Rusunawa Parakan Kauman dengan 96 hunian dan Rusunawa Kertosari sebanyak 46 hunian telah diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basoeki Hadimoeljono, Rabu.
Sedangkan Rusunawa Kranggan saat ini belum diresmikan dan karena belum siap dihuni dan harus ada perbaikan di beberapa titik.
Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengatakan pembangunan rusunawa bertujuan untuk menyediakan rumah bagi warga, terutama keluarga kurang mampu yang belum memiliki rumah.
Ia mengatakan saat ini banyak warga kalangan keluarga kurang mampu yang belum memiliki rumah layak huni.
Oleh karena itu, katanya Pemkab Temanggung membangun sarana perumahan model rusunawa dengan berbagai fasilitas sehingga layak sebagai tempat hunian. Anggaran pembangunannya bersumber dari bantuan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat.
Ia mengatakan sambuatan masyarakat baik sekali dengan pembangunan rusunawa tersebut, di Rusunawa Parakan Kauman dari kuota 96 hunian, ternyata pendaftarnya 150 orang lebih maka harus dilakukan seleksi agar pemanfaatannya tepat sasaran.
"Tingginya minat warga menghuni rusunawa di Kecamatan Parakan, maka kami mengajukan lagi pembangunan rusunawa di Parakan Wetan dengan daya tampung 96 hunian yang kini dalam proses pembangunan," katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan rusunawa di Kabupaten temanggung merupakan salah satu wujud program penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan dengan pendekatan peremajaan kota yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan permukiman dan mengurangi luasan kumuh di perkotaan.
Selain itu, untuk dapat lebih meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan bagi warga berpenghasilan rendah.
Ia menuturkan pembangunan rusunawa diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan yang berpotensi sebagai kawasan perniagaan dan jasa di pusat kota yang saat ini masih dipenuhi dengan kantong-kantong kumuh, terutama di sekitar kawasan Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan.
"Permukiman kumuh itulah yang akan ditata agar masyarakat dapat hidup pada lingkungan permukiman yang layak dan berkelanjutan," katanya.
Seorang calon penghuni Rusunawa Parakan Kauman, Evi Agustina (29) yang telah menerima kunci pintu hunian dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basoeki Hadimoeljono dalam peresmian rusunawa tersebut mengatakan dirinya memilih tinggal di rusanawa karena ingin hidup mandiri dengan suaminya.
"Selama ini kami tinggal di rumah orang tua dan kami ingin hidup mandiri dengan tinggal di rusunawa," kata ibu rumah tangga tersebut.
Evi yang suaminya bekerja sebagai sopir bus pariwisata tersebut memilih tinggal di rusunawa karena harga sewa lebih murah dibanding kontrak rumah.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muchamad Basoeki Hadimoeljono mengatakan pada tahun ini pemerintah membangun sebanyak 20.000 hunian rusunawa dengan nilai sekitar Rp9 triliun.
"Selain itu, juga membangun hunian melalui Bank Tabungan Negara (BTN) dengan nilai Rp12 triliun," katanya.
Ia mengatakan pemerintah akan terus berupaya menyediakan hunian bagi masyarakat. Saat ini di Kabupaten Temanggung juga tengah dibangun lagi Rusunawa Parakan Wetan dengan 96 hunian.
Ia menuturkan rusunawa yang dibangun tahun ini dilengkapi dengan listrik, air, dan mebelair, sedangkan program lama tidak ada mebelair.
Basoeki mengingatkan tentang kesiapan mental bagi penghuni rusunawa, karena tinggal dengan hunian vertikal berbeda dengan hunian horizontal. Salah satu kuncinya adalah sikap toleransi.
"Tinggal di rusunawa akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak simpati, empati agar tinggal di rusun dengan nyaman," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng petakan penyelesaian masalah darurat sampah dengan pemangku wilayah
07 May 2026 19:24 WIB
Krisis iklim dan ancaman bencana menguat, OLKENAS 2026 UMS dorong solusi kebumian
25 April 2026 16:11 WIB
Alumni UMS bawa NutriAI ke Harvard Hackathon 2026, tawarkan solusi AI untuk ahli gizi
15 April 2026 14:39 WIB
Raih akreditasi unggul, IQT UMS siap jadi solusi kehidupan umat di era modern
15 April 2026 13:03 WIB
MHES UMS gelar diseminasi riset internasional tawarkan solusi kredit macet melalui perspektif Fiqh
02 February 2026 17:01 WIB
Terpopuler - Pumpunan
Lihat Juga
Perang di balik perang: Membaca motif ekonomi-politik di balik agresi AS-Israel terhadap Iran
03 March 2026 13:59 WIB