Kerajinan Kulit Buaya Papua Diminati Warga Semarang
Senin, 5 Oktober 2015 7:47 WIB
Pengunjung mengamati berbagai karya hasil kerajinan tangan berbahan dasar kulit buaya pada Pameran Produk Unggulan Koperasi, UKM, dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), di Semarang, Jateng, Jumat (24/4). Pameran yang menampilkan beragam pr
"Saat ini peminat produk ini di Kota Semarang sudah mulai banyak, tetapi karena harganya yang tidak murah jadi peminatnya terbatas dari kalangan menengah ke atas," kata salah satu produsen produk dari kulit buaya asal Papua Joko Tri Wahyono di sela-sela keikutsertaan pada pameran kerajinan tangan di Mal Ciputra Semarang, Senin.
Menurut dia, dibandingkan dengan beberapa daerah lain, penjualan di Kota Semarang cukup baik tetapi belum sebaik di Jakarta.
"Kebetulan saya memasarkan produk ini di Kota Semarang belum lama, sebagian masyarakat di Semarang kebanyakan masih sebatas bertanya dan kagum. Kalau di Jakarta sudah beberapa kali, jadi pemasarannya masih lebih banyak ke sana," katanya.
Mengenai bahan baku, pihaknya masih sebatas menggunakan kulit buaya asli Papua. Menurut dia, sejauh ini bahan baku tersebut masih mudah diperoleh.
"Saya khusus menggunakan kulit dari buaya liar, karena kalau menggunakan yang dari penangkaran tentu harganya lebih mahal karena harus disesuaikan dengan biaya pemeliharaan," katanya.
Meski demikian, dalam memperoleh bahan baku tersebut bukan perkara yang mudah karena harus mengurus surat izin. Pihaknya harus memastikan surat izin dari Pemerintah karena tidak ingin produknya dianggap ilegal.
"Buaya merupakan salah satu binatang yang dilindungi, tetapi selama kami memiliki izin yang resmi dari Pemerintah maka penggunaan bahan baku dari buaya tidak dipermasalahkan," katanya.
Untuk satu lembar kulit buaya, dirinya bisa membuat dua produk ukuran kecil atau satu produk ukuran besar. Untuk beberapa produk yang dapat dihasilkan di antaranya tas, dompet, sepatu, ikat pinggang, dan tas golf.
"Harga ikat pinggang sekitar Rp700 ribu, untuk sepatu harganya di kisaran Rp1,5 juta, sedangkan tas bisa sampai Rp3 juta. Sementara itu, untuk yang paling mahal tas golf mencapai Rp25 juta," katanya.
Menurut dia, dibandingkan dengan beberapa daerah lain, penjualan di Kota Semarang cukup baik tetapi belum sebaik di Jakarta.
"Kebetulan saya memasarkan produk ini di Kota Semarang belum lama, sebagian masyarakat di Semarang kebanyakan masih sebatas bertanya dan kagum. Kalau di Jakarta sudah beberapa kali, jadi pemasarannya masih lebih banyak ke sana," katanya.
Mengenai bahan baku, pihaknya masih sebatas menggunakan kulit buaya asli Papua. Menurut dia, sejauh ini bahan baku tersebut masih mudah diperoleh.
"Saya khusus menggunakan kulit dari buaya liar, karena kalau menggunakan yang dari penangkaran tentu harganya lebih mahal karena harus disesuaikan dengan biaya pemeliharaan," katanya.
Meski demikian, dalam memperoleh bahan baku tersebut bukan perkara yang mudah karena harus mengurus surat izin. Pihaknya harus memastikan surat izin dari Pemerintah karena tidak ingin produknya dianggap ilegal.
"Buaya merupakan salah satu binatang yang dilindungi, tetapi selama kami memiliki izin yang resmi dari Pemerintah maka penggunaan bahan baku dari buaya tidak dipermasalahkan," katanya.
Untuk satu lembar kulit buaya, dirinya bisa membuat dua produk ukuran kecil atau satu produk ukuran besar. Untuk beberapa produk yang dapat dihasilkan di antaranya tas, dompet, sepatu, ikat pinggang, dan tas golf.
"Harga ikat pinggang sekitar Rp700 ribu, untuk sepatu harganya di kisaran Rp1,5 juta, sedangkan tas bisa sampai Rp3 juta. Sementara itu, untuk yang paling mahal tas golf mencapai Rp25 juta," katanya.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komite Seni Budaya Nusantara puji pentas wayang kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto
02 March 2026 12:29 WIB
Riset herbal berbasis sains, inovasi kulit manggis tim UMS raih emas di kompetisi AISEEF 2026
24 February 2026 15:58 WIB
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB
Sumanto apresiasi dalang Karanganyar gotong-royong pentaskan wayang kulit 30 jam
21 November 2025 15:56 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak masyarakat teladani nilai positif di lakon wayang kulit
29 September 2025 12:03 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
PLN dukung program bantuan pasang baru listrik untuk 1.000 keluarga tidak mampu di Jawa Tengah
17 jam lalu
Pemkab Batang terima 3.377 pengajuan perizinan selama triwulan I 2026 melalui MPP
13 May 2026 21:28 WIB
Legislator: Pertumbuhan ekonomi Jateng harus berdampak ke kesejahteraan masyarakat
13 May 2026 19:45 WIB
KAI Purwokerto tambah kapasitas kereta 1450 tempat duduk pada libur panjang akhir pekan
13 May 2026 19:39 WIB