
Ganjar: Pilih Konsep Atasi Rob, 'Sinaune Suwi'

"Penanganan rob untuk jangka panjang masih antara 'giant sea wall' (tembok raksasa di laut) atau sabuk pantai, masih berjalan sekarang dan belum dipilih, 'sinaune suwi' (mempelajarinya butuh waktu lama, red)," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis.
Hal tersebut disampaikan Ganjar yang didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau upaya penanganan rob yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara.
Politisi PDI Perjuangan itu menargetkan bahwa pada tahun ini sudah ada konsep yang dipilih untuk mengatasi rob sehingga proses pembangunannya bisa segera dimulai.
"Kemarin dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) datang mau membantu kami dan saya minta paling tidak tahun ini selesai," ujar mantan anggota DPR RI itu.
Terkait dengan penanganan rob di Kota Semarang yang bisa dilakukan untuk jangka pendek, Ganjar menilai bahwa apa yang dilakukan Pemkot Semarang dengan melakukan pengerukan saluran air dan peninggian jalan di kawasan Semarang Utara sudah tepat.
"Pemprov Jateng akan mendorong pengadaan mesin pompa penyedot air di rumah pompa Banger yang telah direncanakan sejak 2013, namun hingga saat ini belum terealisasi," katanya.
Selain itu, kata dia, Pemprov Jateng juga akan mendorong pemerintah pusat segera mencairkan anggaran guna peninggian jalan yang terendam rob tapi termasuk kategori jalan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berpesan kepada warga agar ikut menjaga kebersihan saluran air sehingga dapat berfungsi dengan baik.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berpendapat bahwa konsep untuk mengatasi air pasang atau rob dan banjir yang melanda Kota Semarang tiap tahun harus segera ditentukan agar pembangunannya bisa segera dimulai.
"Masa sejak tahun 1980-an kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini terus menerus, maka harapan saya tahun ini para tenaga ahli bisa menyampaikan ke kita, konsep mana yang 'feasible' untuk dipilih," ujarnya.
Menurut dia, konsep sabuk pantai relatif ramah lingkungan, namun kendalanya adalah dana dari APBD Jateng untuk studi permulaan, sedangkan pada konsep "giant sea wall" Pemprov Jateng bisa berhemat karena negara tidak mengeluarkan apa-apa.
"Dampak dari rob yang melanda Kota Semarang, khususnya Kecamatan Semarang Utara, itu luar biasa, di antaranya permukaan tanah yang terus mengalami penurunan, perumahan yang ambles, dan biaya yang tinggi untuk meninggikan rumah," katanya.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
