Logo Header Antaranews Jateng

Polisi Hong Kong Periksa Erwiana di Sragen

Senin, 20 Januari 2014 19:38 WIB
Image Print
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat. (FOTO: antarafoto.com). Inset: Erwiana Sulistyaningsing, warga Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat dirawat di Rumah Sakit Ama Sehat, Sragen, Jawa Tengah. (FOTO: ANWAR MUSTAFA/AFP/Gett

"Saat ini saya bersama polisi dari Hong Kong, pejabat Kementerian Perburuhan Hong Kong, KJRI Hong Kong, pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedang berada di Solo menuju Sragen untuk melihat dan memeriksa langsung Erwiana Sulistyaningsih, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kekerasan," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat kepada Antara Jateng, Senin malam.

"Selanjutnya," kata Jumhur, "juga saya sampaikan bahwa sekitar tiga jam yang lalu saya dikabari bahwa pengguna jasa (user) yang melakukan kekerasan itu sudah ditahan saat mau melarikan diri ke luar Hong Kong."

Hal itu, kata dia, karena pengawasan yang ketat dari kepolisian Hong Kong. Maka, saat Law Wan Tung di bandara, polisi setempat langsung melakukan penahanan.

Jumhur menjelaskan bahwa kedatangan polisi Hong Kong guna mempersiapkan berkas penuntutan dan juga kemungkinan untuk mendatangkan Erwiana kembali ke Hong Kong sebagai saksi korban.

"Saya menyambut baik kedatangan polisi Hong Kong ini karena menunjukkan keseriusan dalam mencari keadilan bagi Erwiana," kata Jumhur.

Sebelumnya, BNP2TKI menuntut pengguna jasa TKI bernama Law Wan Tung atas dugaan penganiayaan terhadap TKI Erwiana Sulistyaningsih (22).

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa Erwiana Sulistyaningsih adalah warga Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Erwiana bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di Apartemen J 38F Blok 5 Beverly Garden 1, Tong Ming Street, Tesung, O Kowloon, Hong Kong. Yang bersangkutan diberangkatkan PT Graha Ayu Karsa, Tangerang, Banten, pada tanggal 15 Mei 2013.

Erwiana kembali ke Tanah Air pada hari Kamis (9/1) dan setelah tiba di rumahnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

"Terdapat luka fisik, di antaranya kaki, tangan, dan luka di bokongnya yang ketika pulang harus memakai pampers di pesawat dalam perjalanan pulang ke Tanah Air," kata Jumhur.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026