Logo Header Antaranews Jateng

DeAr : Jadikan Sampah Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Jumat, 29 November 2013 12:44 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII (Bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset &Teknologi, dan Lingkungan Hidup) dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dr. Dewi Aryani, M.Si. saat tampil sebagai pembicara pada "Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Menjadi Produk

Dalam acara Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis di Balai Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat, DeAr mengungkapkan bahwa permasalahan sampah kian hari makin kompleks.

Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2012, disebutkan bahwa setiap hari satu orang menghasilkan sampah sebanyak 2 kilogram. KLH juga mencatat, pada tahun 2010 ada sekitar 200.000 ton sampah per hari, dua tahun kemudian (2012) meningkat menjadi 490.000 ton sampah per hari.

Lebih dari 50 persen sampah nasional disumbang oleh sampah rumah tangga. Padahal, di Indonesia baru sekitar 24 persen sampah rumah tangga dikelola dengan baik. Artinya, masih ada 76 persen belum ditangani dengan benar.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun2010 mencatat rumah tangga di Indonesia umumnya menerapkan enam metode penanganan sampah, yakni pertama, diangkut oleh petugas kebersihan (23,4 persen); kedua, dikubur dalam tanah (4,2 persen); dan ketiga, dikomposkan (1,1 persen).

Keempat, dibakar (52,1 persen); kelima, dibuang di selokan/sungai/laut (10,2 persen); dan keenam, dibuang sembarangan (9 persen). Fakta ini menunjukkan bahwa baru 1,1 persen sampah rumah tangga yang dikomposkan secara mandiri.

Hal ini boleh jadi karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Di sinilah peran pemerintah dan instansi terkait untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan sampah, kata DeAr.

Untuk itu, dengan tekad yang bulat dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, doktor tercepat lulusan Universitas Indonesia ini menyosialisasikan dan melatih masyarakat tentang bagaimana cara mengelola dan memanfaatkan sampah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Pengembangan Infrastruktur Hijau" Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Kegiatan yang bertajuk "Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis" ini mulai dilaksanakan pada hari Jumat dan berakhir Sabtu (30/11) di Balai Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Deputi IV KLH, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa Tengah, dan Kepala BLH Kabupaten Brebes.

Dalam kegiatan itu akan disampaikan bagaimana cara mengelola sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu, juga akan disampaikan bagaimana cara membuat sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos dengan menggunakan keranjang takakura.

Selain sebagai tempat sampah, keranjang ini (dengan beberapa tambahan) secara alami akan mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos. Bagi Dewi yang juga aktif sebagai duta antinarkoba, kegiatan dengan memadukan teori dan praktik ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang bagimana cara mengelola dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Harapan ke depan, masyarakat makin sadar dan mau berubah, tidak membuang sampah sembarang lagi, ucapnya.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026