Logo Header Antaranews Jateng

Pesawat Pembawa WNI Overstayers Alami Kerusakan

Minggu, 10 November 2013 07:57 WIB
Image Print
Inset: Moh Jumhur Hidayat. Pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menerima informasi penundaan pemberangkatan pesawat tersebut dari Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur dan Ketua Tim Perbantuan Teknis Tatang B.U. Razak.

"Bahwa keberangkatan pesawat Garuda yang membawa 484 WNI "overstayers" akan delay, yang tadinya rencana berangkat pada hari Minggu pukul 00.15 waktu Jeddah atau pukul 04.15 WIB sampai sekarang belum bisa berangkat karena ada kerusakan ban dan memerlukan penggantian yang memerlukan waktu sekitar lima jam," kata Jumhur kepada Antara Jateng, Minggu pagi

Jumhur memperkirakan jika pesawat itu selesai tepat waktu dan bertolak dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, lima jam dari jadwal semula, yakni pukul 00.15 waktu setempat, akan tiba di Jakarta pada pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat melalui pesan singkatnya kepada Antara di Semarang, Sabtu (9/11) malam, menjelaskan bahwa sebanyak 484 WNI "overstayers" dari kelompok rentan itu terdiri atas 404 perempuan dan 80 anak-anak serta bayi.

Saat informasi ini dibuat, Sabtu (9/11) pukul 16.30 waktu Jeddah (pukul 20.30 WIB), ke-484 WNI sedang diselesaikan seluruh dokumennya dan akan segera diberangkatkan ke Bandara Jeddah yang berjarak 96 km dari Shumaisi.

Mulai hari ini, kata Jumhur, sejumlah WNI "overstayers" di Shumaisi juga mulai dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi dengan pesawat reguler yang jumlahnya masih sangat terbatas.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026