Logo Header Antaranews Jateng

484 WNI Overstayers Pulang ke Tanah Air

Minggu, 10 November 2013 00:19 WIB
Image Print
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat melalui pesan singkatnya kepada Antara di Semarang, Sabtu (9/11) malam, menjelaskan bahwa sebanyak 484 WNI overstayers itu terdiri atas 404 perempuan dan 80 anak-anak serta bayi.

"Dijadwalkan akan mendarat di Jakarta pada pukul 13.55 WIB," katanya.

Saat informasi ini dibuat, Sabtu (9/11) pukul 16.30 waktu Jeddah (pukul 20.30 WIB), ke-484 WNI sedang diselesaikan seluruh dokumennya dan akan segera diberangkatkan ke Bandara Jeddah yang berjarak 96 km dari Shumaisi.

Mulai hari ini, kata Jumhur, sejumlah WNI overstayers di Shumaisi juga mulai dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi dengan pesawat reguler yang jumlahnya masih sangat terbatas.

Ia mengatakan bahwa otoritas Arab Saudi terus memproses penyelesaian dokumen perjalanan yang cukup memakan waktu karena beberapa tahapan harus dilalui untuk mendapatkan exit permit.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan tim perbantuan teknis dari Jakarta, kata dia, terus berupaya membantu penyelesaian dokumen tersebut.

Namun, lanjut dia, mengingat jumlah overstayers dari berbagai negara mencapai puluhan ribu saat ini, mereka harus bekerja siang dan malam serta perlu penuh kesabaran menghadapi para overstayers yang ingin segera pulang ke negaranya.

Menurut dia, banyaknya jumlah WNI overstayers saat ini, baik yang telah berada di penampungan imigrasi Shumaisi maupun yang masih di luar, KJRI dan tim perbantuan teknis dari Jakarta terus melakukan berbagai upaya dan langkah agar penanganan WNI overstayers berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.

"Penyelesaian dokumen perjalanan bagi kelompok rentan terus berlangsung dan pesawat Garuda Indonesia yang kedua akan segera berangkat setelah exit permit dari WNI overstayers yang akan dipulangkan dengan pesawat tersebut telah selesai," ucapnya.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026