
Cegah Kebocoran, "Smart Card" BST Disosialisasikan Ulang

"Ya, kami dalam hal ini akan mengundang perwakilan perbankan yang berpartisipasi dalam penyediaan 'smart card', pihak rekanan, serta Perum Damri selaku operator BST," kata Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo Pemkot Surakarta Sri Indarjo di Solo, Senin.
Ia mengatakan, sampai sekarang, tingkat pemanfaatan "smart card" terhitung masih rendah. Maka, sosialisasi pemanfaatannya harus kembali digalakkan.
Dikatakan, selama ini, fasilitas kartu pintar tersebut memang ditujukan untuk memudahkan pengguna layanan BST dalam membayar tiket angkutan.
Karena kerusakan yang sering melanda alat pemindai "smart card", menurut Indarjo, penumpang banyak dilayani dengan tiket manual. Padahal, selama ini, pembayaran secara tunai dan penggunaan karcis tersebut rawan penyalahgunaan.
"Mungkin jika dihitung, potensi kebocoran tiap bus jumlahnya tidak seberapa. Namun, tetap saja hal itu harus diantisipasi," katanya menegaskan.
Selama ini, kata dia, bank yang menjadi mitra Dishubkominfo dalam menyediakan "smart card" BST adalah BNI, BRI, BCA, dan Bank Mandiri.
"Keempat bank itu juga kami minta untuk menyosialisasikan kembali penggunaan 'smart card' kepada masyarakat. Semakin banyak penumpang yang memanfaatkannya, tentu semakin kecil tingkat kebocoran tiket BST," katanya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
