Logo Header Antaranews Jateng

Cegah Kebocoran, "Smart Card" BST Disosialisasikan Ulang

Senin, 3 Juni 2013 10:52 WIB
Image Print
Seorang petugas mengatur parkir bus Batik Solo Trans yang baru dilaunching di Solo, Rabu (1/9). Batik Solo Trans yang merupakan bus kelas eksekutif tersebut diharapkan mampu memberikan layanan angkutan yang nyaman dan aman kepada masyarakat FOTO ANTA

"Ya, kami dalam hal ini akan mengundang perwakilan perbankan yang berpartisipasi dalam penyediaan 'smart card', pihak rekanan, serta Perum Damri selaku operator BST," kata Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo Pemkot Surakarta Sri Indarjo di Solo, Senin.

Ia mengatakan, sampai sekarang, tingkat pemanfaatan "smart card" terhitung masih rendah. Maka, sosialisasi pemanfaatannya harus kembali digalakkan.

Dikatakan, selama ini, fasilitas kartu pintar tersebut memang ditujukan untuk memudahkan pengguna layanan BST dalam membayar tiket angkutan.

Karena kerusakan yang sering melanda alat pemindai "smart card", menurut Indarjo, penumpang banyak dilayani dengan tiket manual. Padahal, selama ini, pembayaran secara tunai dan penggunaan karcis tersebut rawan penyalahgunaan.

"Mungkin jika dihitung, potensi kebocoran tiap bus jumlahnya tidak seberapa. Namun, tetap saja hal itu harus diantisipasi," katanya menegaskan.

Selama ini, kata dia, bank yang menjadi mitra Dishubkominfo dalam menyediakan "smart card" BST adalah BNI, BRI, BCA, dan Bank Mandiri.

"Keempat bank itu juga kami minta untuk menyosialisasikan kembali penggunaan 'smart card' kepada masyarakat. Semakin banyak penumpang yang memanfaatkannya, tentu semakin kecil tingkat kebocoran tiket BST," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026