
65 Shelter BST Dipasang Nonpermanen

"Koridor dua dan tiga BST tak seperti koridor satu di Jalan Slamet Riyadi yang memiliki ruang badan jalan. Space koridor baru mendatang untuk shelter sulit dipasang permanen, sehingga pemasangannya secara portabel," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta, Yosca Herman Soedrajad kepada wartawan di Solo, Senin.
Ia mengatakan untuk koridor dua BST yaitu meliputi jalur Kartasura-Gendengan-Kota Barat-Jalan Yosodipuro-Jalan Gajahmada-Palur. Sedangkan koridor tiga adalah Jalan Adi Sucipto-Manahan-Gendengan-Nonongan-Solo Baru.
Pemerintah Kota Solo menyiapkan infrastruktur itu seiring penambahan armada Bus Rapid Transit (BRT) sebanyak sepuluh unit bus melalui penganggaran APBD 2013 senilai Rp6 miliar.
"Pengadaan sepuluh unit BST pada termin tiga tahun ini. Jenisnya sama dengan armada di koridor satu, hanya mungkin merknya berbeda," katanya.
Mengenai shelter portabel di koridor dua dan tiga akan segera dilakukan pemasangan, hal ini mengingat pengadaan infrastruktur itu telah teralokasi di APBD 2012.
Dijelaskan dia, pengadaan 65 shelter portabel dalam satu pengajuan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sekitar Rp350 juta.
"Nanti pemasangannya (shelter) bersamaan dengan rambu-rambu. Pasti segera dipasang, karena anggarannya sudah ada saat 2012 lalu", katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto meminta, pengguna anggaran daerah segera memulai pengadaan barang dan jasa maksimal triwulan kedua.
Dia tak menginginkan realisasi belanja berlarut-larut. Kepada Dishubkominfo, pengadaan BST diminta secepatnya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
