Logo Header Antaranews Jateng

Warga Semarang Suspect Flu Burung

Rabu, 19 Desember 2012 18:12 WIB
Image Print
ilustrasi

"Kami baru saja menerima laporan satu pasien 'suspect' flu burung," kata Kepala Bidang Pembinaan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Jateng dr Rorry Hartono di Semarang, Rabu.

Ia hanya menyebutkan pasien "suspect" flu burung tersebut adalah seorang laki-laki dewasa berusia 54 tahun, warga kawasan Sambiroto Semarang. Pasien itu masih menjalani serangkaian pemeriksaan.

Dinkes Jateng sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan kondisi pasien tersebut, termasuk riyawat kontak dengan unggas, di samping pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyakit pasien.

"Gejala flu burung mirip seperti flu biasa, seperti batuk, pilek, dan panas tinggi di atas 38 derajat Celcius," katanya, didampingi Pengelola Program Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Penny Setyawati.

Perlu diteliti riwayat kontak dengan unggas, kata dia, kejadian unggas mati mendadak di suatu tempat, tetapi untuk memastikan kondisi pasien perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium.

"Pemeriksaan laboratorium akan dilakukan secara cepat, sebab berkaitan dengan penanganan langkah lebih lanjut jika terbukti positif. Setidaknya hasilnya sudah diketahui dua-tiga hari ke depan," kata Rorry.

Dinkes Kota Semarang membenarkan laporan adanya pasien "suspect" flu burung yang saat ini dirawat di RS St Elisabeth Semarang, dan masih dilakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis penyakit.

Kepala Dinkes Kota Semarang dr Widoyono mengatakan timnya sudah berkoordinasi dengan tim Dinkes provinsi untuk melakukan pelacakan dan penelitian lengkap terhadap dugaan penularan flu burung.

"Saat ini tim kami bersama tim Dinkes Jateng sudah terjun ke lapangan untuk melakukan pelacakan. Kami masih menunggu hasilnya, mulai faktor risiko, tingkat keparahan, dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Kepala Humas RS St Elisabeth Semarang Probowatie Tjondronegoro mengatakan memang ada satu pasien "suspect" flu burung yang dirawat, tetapi masih perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Gejalanya memang mirip. Namun, masih diduga karena dari pemeriksaan foto 'thorax' pasien belum nampak. Kami masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis," katanya singkat.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026