
Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Purwokerto mengalami kenaikan

Purwokerto (ANTARA) - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami kenaikan, salah satunya disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Salah seorang pedagang sayuran, Anjar di Pasar Manis, Purwokerto, Kamis, mengatakan harga bawang putih saat ini mencapai Rp45.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan secara bertahap dari sebelumnya yang sebesar Rp30.000 per kilogram.
"Bawang putih 'kan barang impor. Jadi ketika dolar menguat, harga bawang putih ikut naik," katanya.
Selain bawang putih, kata dia, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dan saat sekarang mencapai Rp60.000 per kilogram.
Akan tetapi, lanjut dia, kenaikan harga bawang merah bukan karena pelemahan rupiah melainkan minimnya pasokan dari petani.
"Informasi dari pedagang besar, petani bawang merah di Brebes sedang gagal panen. Kalau ada yang bisa panen, hasilnya langsung dibeli oleh pedagang besar dari Jakarta secara tunai," katanya.
Sementara untuk komoditas cabai, dia mengatakan hingga saat ini harga cabai rawit merah masih relatif tinggi, yakni sebesar Rp60.000 per kilogram meskipun terdapat penurunan dibanding beberapa waktu sebelumnya yang mencapai Rp70.000 per kilogram.
"Kemarin saya kira setelah Idul Adha, harga cabai rawit merah bisa turun hingga di bawah Rp60.000, namun ternyata masih bertahan tinggi. Padahal saat sekarang sudah mulai jarang orang yang menggelar hajatan karena sebentar lagi bulan Muharam," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan secara umum, harga kebutuhan pokok masyarakat belum terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
"Mungkin karena kenaikan harga BBM baru berlangsung mulai kemarin (10/6), jadi belum berdampak signifikan," kata Anjar.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengakui sejumlah komoditas impor seperti bawang putih mengalami kenaikan harga akibat pelemahan rupiah.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat sebagai upaya pengendalian inflasi seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, termasuk dampak kenaikan harga BBM," katanya.
Baca juga: Baznas Banyumas mengembangkan 100 warung mustahik lewat Z-Mart
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
