Logo Header Antaranews Jateng

BPS Purbalingga mengajak warga sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 12:55 WIB
Image Print
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga Slamet Romelan. ANTARA/HO-Pemkab Purbalingga

Purbalingga (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang akurat saat pendataan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Purbalingga Slamet Romelan di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan sebanyak 1.075 petugas sensus yang telah mendapatkan pelatihan siap diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga untuk mendata pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat secara door-to-door atau dari pintu ke pintu.

Menurut dia, seluruh petugas dibekali identitas resmi berupa rompi hitam bertuliskan "Petugas Sensus Ekonomi 2026", nametag yang memuat identitas diri dan QR Code untuk verifikasi, serta surat tugas yang ditandatangani Kepala BPS Kabupaten Purbalingga.

"QR Code pada kartu identitas dapat dipindai masyarakat untuk memastikan identitas dan wilayah tugas petugas sensus," katanya.

Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan pendataan di lapangan.

Selain menyiapkan identitas resmi, BPS Kabupaten Purbalingga juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, perangkat wilayah hingga tingkat RT, serta aparat kepolisian guna mendukung pelaksanaan sensus.

Ia menegaskan data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Data yang dikumpulkan petugas akan langsung masuk ke sistem BPS setelah dikirim melalui aplikasi. Data tersebut tersimpan pada server pusat sehingga keamanan dan kerahasiaannya lebih terjamin," katanya.

Ia mengharapkan masyarakat memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan akurat dan mampu menggambarkan kondisi ekonomi daerah secara utuh.

Lebih lanjut, dia mengatakan para petugas telah mengikuti pelatihan selama enam hari yang terdiri atas tiga hari pembelajaran mandiri secara daring dan tiga hari pelatihan tatap muka.

Menurut dia, pelatihan tersebut mencakup tata cara pengisian kuesioner, pemahaman konsep dan definisi pertanyaan, serta teknik pendekatan kepada responden.

"Sensus Ekonomi 2026 ini boleh dibilang paket lengkap. Tidak hanya mendata pelaku usaha, tetapi juga meng-update kondisi usaha pertanian masyarakat dan data sosial ekonomi penduduk," katanya.

Menurut dia, SE2026 menjadi salah satu sensus paling komprehensif karena selain mendata pelaku usaha, juga memperbarui data usaha pertanian hasil Sensus Pertanian 2023 serta memutakhirkan data sosial ekonomi penduduk.

"Hasil sensus ditargetkan mulai dapat disajikan pada akhir Desember 2026 dalam bentuk profil usaha hingga tingkat wilayah terkecil," kata Slamet.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Purbalingga Mukodam mengatakan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang memiliki peran strategis dalam memotret kondisi perekonomian daerah maupun nasional.

"Sensus ini menjadi hal yang sangat penting karena akan memotret bagaimana kondisi ekonomi Indonesia, Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Purbalingga. Data yang terkumpul nantinya menjadi bahan dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendukung pelaksanaan SE2026 melalui surat edaran bupati dan sosialisasi melalui berbagai kanal informasi.

Ia mengharapkan masyarakat berpartisipasi aktif agar seluruh potensi ekonomi daerah dapat terdata dengan baik dan menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 di Jepara melibatkan 1.246 petugas



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026