
Jembatan Putus, Ribuan Warga Terisolasi

"Jembatan itu putus tadi malam (Kamis, red.), mungkin karena tidak kuat menahan arus sungai setelah seharian diguyur hujan deras," kata seorang warga, Imam Santoso di Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jumat.
Akibat putusnya jembatan tersebut, kata dia, warga Desa Pakelan khususnya para pelajar yang hendak bersekolah harus memutar sejauh tiga kilometer.
Menurut dia, jembatan yang berukuran 4x2,5 meter dengan fondasi yang memiliki kedalaman delapan meter ini dibangun pada 1976.
"Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran transportasi dan perekonomian warga," katanya.
Warga lainnya, Agus Sutrimo mengatakan, sebagian warga Desa Pakelen nekat menyeberangi sungai dari pada harus melewati jalur alternatif yang memutar cukup jauh.
"Mereka yang nekat menyeberangi sungai harus berhati-hati agar tidak tergelincir. Pengguna sepeda motor harus memutar," katanya.
Meskipun mengharapkan bantuan pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan tersebut, dia mengatakan, warga berencana membangun jembatan darurat menggunakan bambu guna mempermudah perjalanan para pelajar ke sekolah.
"Kami mengharapkan pemerintah segera memperbaiki jembatan Kali Growong yang putus tadi malam, karena jembatan sangat dibutuhkan masyarakat," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
